"Mungkin akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Tapi saya dengar mahasiswa di sini akan lakukan protes nanti di perusahaan, mungkin awal pekan depan," kata dia.
Dirasakan satu kecamatan
Sementara itu, Kepala desa Wawoluri Safri Armin membenarkan adanya keluhan debu hitam dari warganya.
Ia menjelaskan, polusi debu warna hitam itu tak hanya dialami warganya, namun semua warga desa yang berada di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara.
"Saya juga rasakan debu hitam masuk dalam rumah. Asal debu itu belum bisa kami pastikan, hanya menduga dari PLTU batu bara atau asap cerobong perusahaan tambang PT OSS," kata Safri saat dikonfirmasi.
Menurut Safri, hingga saat ini memang belum ada warganya yang mengalami penyakit ISPA.
Tetapi warga sudah mulai merasakan batuk-batuk.
Untuk mengatasi masalah ini, pihak kecamatan bersama para kepala desa yang ada di Kecamatan Motui akan mengelar pertemuan guna membuat langkah-langkah tindak lanjut atas keluhan warga mengenai debu hitam.
"Malam Senin kami dengan Camat Motui akan rapat untuk mencari solusinya. Mungkin juga kami akan masuk ke Kantor BLH Provinsi. Bupati juga sudah tahu masalah ini," kata Safri.
(Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Satu Kecamatan di Sultra Dihantui Debu Hitam, Apa Penyebabnya?"