News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Disebut Tak Hamil oleh Petugas Medis, Wanita yang Dipukul Satpol PP Bantah: Tukang Urut yang Bilang

Penulis: Miftah Salis
Editor: Arif Fajar Nasucha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Riana (baju kuning) korban diduga penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro. Ia disebut tak mengandung oleh petugas medis. Ia lalu mengaku, tukang urut lah yang menyebut dirinya tengah hamil.

Melihat suaminya dipukul, Riana lalu melemparkan kursi ke arah petugas.

Namun, Riana justru juga menjadi korban pemukulan oleh oknum Satpol PP.

Suara musik di warung kopi terlalu keras

Sementara itu, pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Hj Kamsina membeberkan kronologi kejadiannya.

Menurutnya, saat itu tim gabungan yang melintas di Kawasan Panciro mendengar suara musik yang keras dari sebuah warung kopi.

Petugas lalu masuk dan bertemu dengan pemilik warung kopi.

Pemilik warung kopi dianggap melanggar aturan jam operasional selama PPKM.

Petugas lalu mengimbau agar warung segera ditutup.

Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk mengecilkan suara musiknya.

Lanjut Kamsina, pemilik warung kopi memberi respon kurang baik.

"Depan kantor Desa Panciro kita berhenti dan besar sekali musik, karena ini telah masuk hari keenam pengetatan PPKM mikro di Gowa."

"Kita sampaikan kalau bisa kecilkan musiknya atau dimatikan saja namun dia (pemilik warko) kurang baik penerimaannya," katanya, Kamis (15/7/2021) dini hari, dikutip Tribunnews dari Tribun Timur.

Baca juga: Video Viral Wanita di Bekasi Tertangkap Basah Buang Mayat Bayinya, Ini Sederet Pengakuan Pelaku

Baca juga: VIRAL Video TikTok Sopir Truk di Mojokerto Maki-maki Polisi, Emosi Jalan Ditutup, Kini Diciduk

Dinilai langgar aturan

Kamsina melanjutkan, warung kopi tersebut dinilai telah melanggar aturan dari surat edaran Bupati Gowa.

Dalam surat edaran, disebutkan bahwa kafe atau warung kopi harus tutup pukul 19.00

Sementara warung kopi milik Nur Halim masih buka hingga pukul 20.00.

"Sementara dia (pemilik warkop) masih buka hingga jam 8 malam lewat," katanya.

Hal lain disampaikan oleh Nur Halim.

Nur Halim menyebut, warung kopinya tersebut telah ditutup.

Bahkan ia saat itu tengah live di Facebook.

"Saat kejadian kami sedang live cari nafkah jualan di Facebook karena warung sudah kami tutup." Katanya, Kamis (15/7/2021), mengutip Kompas.com.

Kata Nur Halim, dirinya sudah mengikuti peraturan yang ada.

Namun petugas menegur bahkan menganiayan ia dan sang istri.

Kami ikuti aturan yang ada dan mereka masuk tegur kami bahkan memukul kami," lanjutnya.

Petugas klaim hanya salah paham

Sementara itu, Kamsina menyebut, insiden tersebut hanya sebuah kesalahpahaman.

Petugas menegur dengan sopan dan humanis.

Adapun insiden yang terjadi dan video yang beredar di media sosial itu mungkin karena kesalahpahaman. Sebab kami ini sudah menegur dengan sopan kepada pemilik warkop," katanya.

Berita lain peristiwa viral.

(Tribunnews/Miftah, Tribun Timur/Sayyid Zulfadli, Kompas/Abdul Haq)

Berita Populer