News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ketua PSI Sumut Minta Maaf soal Video Viral Nyanyi Tak Bermasker di HUT RI

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua PSI Sumut Nezar Djolie di Kantor Harian Tribun Medan, Kamis (8/4/2021).

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara (PSI Sumut) HM Nezar Djoeli menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas viralnya video terkait acara HUT Kemerdekaan RI  warga di Belawan, Medan.

Dalam keterangan persnya kepada wartawan, HM Nezar Djoeli menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat video yang beredar di media sosial itu.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan semua pihak terkait video acara 17-an warga di Belawan yang sempat viral. Permohonan maaf ini adalah pernyataan resmi mewakili Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara,” ujar HM Nezar Djoeli, Jumat (20/8/2021) di Medan.

Sebuah video yang menunjukkan Nezar Djoeli menyanyi tak memakai masker saat peringatan HUT RI.

Video yang viral itu menyebutkan bahwa kegiatan dimaksud  merupakan peringatan HUT RI ke-76 yang dilakukan di Medan Belawan, Medan.

Baca juga: Satgas Covid-19: 25,59 Persen Desa/Kelurahan Kepatuhan Pakai Masker Rendah

HM Nezar Djoeli dan pengurus PSI Sumut, menyatakan bahwa sangat menyesalkan atas ketidaknyamanan beredarnya video acara 17-an warga di Belawan yang didalamnya ada kegiatan dirinya sedang bernyanyi.

"Meski sudah menyampaikan bantahan bahwa acara tersebut murni acara warga bukan acara partai namun  kita dan jajaran pengurus PSI Sumut sepakat untuk menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang menimbulkan banyak di masa pendemi saat ini," ujarnya.

HM Nezar Djoeli juga menegaskan bahwa PSI Sumut tetap mendukung dan menjadi Partai yang selalu bersama rakyat dan pemerintah untuk mengatasi/mencegah peningkatan penularan virus covid-19 di tengah masyarakat dengan program protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini