Laporan Wartawan Tribun Kaltim Mohammad Fairoussaniy
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kedua orangtua korban Juwanah alias Julia (25) mendatangi kamar jenazah RSUD AW Syahranie, Senin (27/9/2021) tadi pagi untuk diambil DNA-nya (deoxyribonucleic acid).
Ayah korban Juwanah, Subandi berharap pelaku mendapatkan hukum setimpal.
"Ya, hukumannya setimpal sesuai dengan perbuatannya (pelaku). Kalau perlu dipenjara seumur hidup," tutur Subandi sambil tersedu menangis saat diwawancarai, Senin (27/9/2021).
Dikatakan pria asal Jawa Timur ini, mulai dari lulus sekolah, Juwanah pergi mencari kerja di Samarinda.
Anak satu-satunya ini juga menjadi tulang punggung keluarga, meskipun sang ayah juga bekerja di kampung.
"Dari lulus sekolah, bekerja dan sudah membantu perekonomian keluarga.
Baca juga: Emosi Gara-gara Tak Diundang Pesta Pernikahan Teman, 3 Pemuda Mabuk di Samarinda Mengamuk
Anaknya baik dan nurut," kata Subandi mengenang anaknya.
Semasa bekerja, Juwanah juga tidak lupa dengan kampung halaman.
Dia kerap memberi kabar, menyapa orang tua dan meminta doa agar pekerjaan yang digelutinya berjalan lancar.
"Setiap hari telpon, sehabis subuh telpon kami (orangtuanya)," ucap Subandi.
Saat ditanya kapan Subandi mendengar kabar hilangnya anak semata wayangnya ini, dia mengaku pada tanggal 6 September 2021 dari keluarga yang berada di Kota Samarinda.
Dia juga sempat melapor ke pihak kepolisian di Kota Samarinda perihal anaknya yang hilang.
Baca juga: POPULER REGIONAL Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan di Subang | Ibu Paksa Anaknya Layani Dukun
"Saya pergi mencari pas tanggal 7 September 2021 ke Samarinda, keluarga juga mengabarkan hilangnya.
Sempat melapor ke polisi, anak saya sudah tidak ada, jadi saya juga sempat menunggu 3 hari baru balik dulu ke kampung Muara Ancalong.
Lalu dengar kabar sudah ketemu," jelas Subandi.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Ayah Juwanah Berharap Pelaku Pembunuh Putrinya Dipenjara Seumur Hidup