TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Polsek Kasihan mengamankan 9 orang pelajar SMK di dalam satu rumah di Padukuhan Janten, Ngestiharjo, Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (25/11/2021) pagi.
Mereka kedapatan memiliki senjata tajam dan diduga terlibat aksi kejahatan jalanan atau klitih.
"Dari sembilan anak itu sajamnya (senjata tajam) diakui milik empat orang.
Sajamnya itu, celurit, gir, ada juga gergaji. Satu anak ada yang bawa dua (sajam)," kata Kanit Reskrim Polsek Kasihan, Iptu Madiono, ditemui di kantornya, Kamis siang.
Selain senjata tajam, petugas juga mengamankan empat sepeda motor, yang dicurigai digunakan oleh para terduga pelaku untuk melakukan aksi kejahatan jalanan.
Baca juga: Penjualan Mobil Listrik Naik Tajam 2 Tahun Ini, Kemenhub Terbitkan 7.526 SRUT
Sembilan pelajar yang diamankan, antara lain, berinisial FJ, RA, AC, MM, AR, MR, RF, MG, dan GP.
Mereka masih di bawah umur, kelahiran 2003 hingga 2004.
Mayoritas adalah pelajar kelas XI SMK di Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul.
Diceritakan Madiono, kronologi penangkapan bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi dari Polresta Kota Yogyakarta, bahwa ada pembacokan di wilayah Mantrijeron.
Korbannya tiga orang.
Baca juga: Pasca-Tawuran Berdarah di Cakung Bersenjata Celurit dan Petasan, Jembatan Merah Ditutup Sementara
Dibacok di bagian kepala, kaki dan tangan.
Pelaku diduga mengendarai sepeda motor dan kabur ke arah Ngestiharjo, Bantul.
Petugas Polsek Kasihan lalu melakukan penyisiran di Padukuhan Janten, Ngestiharjo dan menemukan dua sepeda motor di depan rumah, yang ciri-cirinya sama dengan terduga pelaku pembacokan di Kota Yogyakarta.
"Kami datangi sekitar pukul 05.00 pagi, dan anak-anak ini pura-pura tidur di dalam rumah. Lalu, kita geledah dan menemukan sejumlah senjata tajam," kata Madiono.
"Senjata tajam itu, ada yang kita temukan di bawah kasur dan ada juga di pekarangan," imbuh dia.
Kesembilan anak tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan.
Diakui, ketika malam, mereka memang sering nongkrong dan membawa senjata tajam, dengan alasan untuk berjaga-jaga.
Sampai saat ini, petugas masih melakukan pendalaman.
Sebab, selain dicurigai terlibat aksi pembacokan di Mantrijeron, Kota Yogyakarta, ada informasi bahwa para terduga pelaku tersebut, malam itu sempat muter-muter di seputar jalan Bantul.
"Sekarang ini mereka belum mengaku (terlibat pembacokan). Tapi kita tidak percaya begitu saja. Masih kita dalami. Karena informasi dari Polresta Kota Yogyakarta, ada tiga orang yang kena bacok. Lukanya di kepala, kaki dan tangan," ungkap dia.
Nantinya, jika ada yang terbukti melakukan aksi pembacokan di Kota Yogyakarta, maka pelaku akan diserahkan ke Polresta Yogyakarta.
Namun, yang tidak terlibat dan kedapatan membawa senjata tajam di Bantul, maka disangka dengan UU Darurat.( Tribunjogja.com )
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Polisi Amankan 9 Pelajar di Bantul, Diduga Pelaku Klitih
Baca tanpa iklan