Sementara pada Kamis (28/9/2023) konsentrasi udara menjadi PM2.5=44 mikrometer/meter kubik (sedang) dan PM10=52 mikrometer/meter kubik (sedang).
"Peningkatan konsentrasi PM2.5 dan PM10 dalam tiga hari terakhir terjadi akibat peningkatan titik api atau hotspot di wilayah Sumatera pada umumnya, dan khususnya Sumatera Barat," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul 86 Titik Api di Sumatera Barat Terpantau Satelit, Terbanyak di Pesisir Selatan dan Dharmasraya
Baca tanpa iklan