TRIBUNNEWS.COM, Gresik - Penyelidikan terkait penemuan kerangka manusia di dalam mobil yang terparkir di Asrama Polisi (Aspol) Polsek Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, menunjukkan perkembangan signifikan.
Polres Gresik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti, termasuk memasang garis polisi di lokasi.
Tim forensik yang terdiri dari dokter forensik Polda Jatim, dr. Tuti Purwanti SpFM, dan dr. Nily Sulistyorini SpFM dari RS Ibnu Sina, melakukan pemeriksaan terhadap kerangka yang ditemukan.
Hasil awal menunjukkan bahwa jenazah tersebut berupa kerangka tanpa adanya barang melekat, hanya ditemukan kain sarung merek BKS dengan motif kotak berwarna coklat.
Baca juga: Warga Menduga Kerangka di Asrama Polisi Gresik ODGJ, Sarung Motif Batik jadi Petunjuk
Ciri-ciri Kerangka
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kerangka tersebut memiliki ciri khas rambut hitam lurus sepanjang 7 cm, tulang jari kiri yang melengkung, serta gigi rahang atas yang tongos.
Perkiraan panjang badan dari tulang paha dan tulang kering kiri berkisar antara 153-163 cm.
Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan umur kerangka tersebut antara 50 hingga 60 tahun.
Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menyatakan bahwa Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa saksi-saksi di sekitar Aspol dan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan yang sudah lama tidak digunakan.
"Satreskrim Polres Gresik juga telah memeriksa saksi di sekitar asrama, sementara Propam Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan yang lama tidak digunakan," katanya.
Baca juga: Sarung di TKP Penemuan Kerangka di Aspol Tak Asing bagi Latif, Milik ODGJ yang Hilang Sejak Oktober
Petunjuk Kain Sarung
Kain sarung yang ditemukan di dalam mobil tersebut diduga milik seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang biasa melintas di wilayah Banyuurip, Ujungpangkah.
Mohammad Latif, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Hikmah Ujungpangkah, mengungkapkan bahwa sarung dengan motif tersebut sering digunakan oleh ODGJ yang dikenal oleh warga setempat.
"Biasanya, ODGJ tersebut berjalan kaki di depan Polsek Ujungpangkah. Saya terakhir melihatnya pada bulan Oktober 2024," ujar Latif, Rabu (12/3/2025).
Latif menambahkan bahwa ODGJ tersebut sering diberi makan oleh warga sekitar dan dikenal tidak menggunakan pakaian selain sarung.
Polres Gresik berencana untuk melakukan pencocokan hasil forensik dengan ciri-ciri orang yang sering berada di sekitar Aspol Ujungpangkah.
Hasil uji DNA akan segera disampaikan untuk mengidentifikasi kerangka tersebut.
Jika ada informasi terkait penemuan ini, masyarakat diimbau untuk menghubungi Polsek setempat.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Fakta Baru Penemuan Kerangka Manusia di Aspol Gresik, Temuan Sarung Mirip Milik ODGJ yang Hilang
(TribunJatim.com/Willy Abraham)
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).