News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Beras Oplosan

Bukan Hanya Beras, Menteri Amran Hubungi Kapolda Jateng Terkait Persoalan Gula

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

POLEMIK BERAS - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan temuan 212 merk beras yang mengambil keuntungan dari praktik curang penjualan tak sesuai standar, Sabtu (12/7/2025).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mafia pangan kekinian menjadi permasalahan serius di Republik Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mengungkapkan praktik curang produsen beras oplosan jenis premium.

Kepada wartawan, Amran menyebut persoalan pangan bukan hanya beras tetapi juga gula, minyak hingga pupuk.

Baca juga: Mentan Lapor Kapolri dan Jaksa Agung Soal Temuan Beras Premium Tak Sesuai Standar

"Karena bukan di beras saja, minyak goreng kemarin kita temukan lalu pupuk palsu kemudian ada gula," kata Mentan kepada wartawan, Sabtu (12/7/2025).

Menurutnya, bahan pokok penting tersebut diakali oleh para pelaku usaha besar untuk meraup untuk besar.

Di Jawa Tengah peredaran gula oplosan berskala besar menjadi perhatian Mentan Amran.

Merasa geram dengan kondisi tersebut, Amran sampai menghubungi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

"Gula kemarin kami telpon langsung. Pak Kapolda, kami terima kasih Kapolda Jawa Tengah langsung ditindaki," tuturnya.

Amran berujar bahwa praktik curang produsen pangan ini jelas merugikan petani.

"Baru kita temukan 5 pupuk palsu Rp3,2 triliun petaninya langsung bangkrut. Ini pinjaman. Pinjaman KUR tapi bangkrut. Ini tega dan tidak beradab," imbuhnya.

Baca juga: Menteri Pertanian Beber 10 Merek Beras Diduga Oplosan, Ini Daftarnya

Pemerintah, ujar Amran, akan membenahi persoalan mafia pangan agar Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti perintah Presiden Prabowo Subianto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini