TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah sorotan publik atas bentrokan antarmassa ormas di Pemalang, nama Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Laskar Sabilillah turut menjadi perhatian.
Organisasi masyarakat Islam ini dikenal aktif mengusung narasi penolakan terhadap klaim-klaim nasab yang dinilai tidak berdasar secara ilmiah dan menegaskan komitmennya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tiga tokoh utama di balik pendirian organisasi ini adalah: KH Abbas Billy Yachsy (Ketua Umum), KH Imaduddin Utsman Al Bantani (Wakil Ketua Umum), Kyai Syarifudin Tegal.
Gagasan awalnya berangkat dari tesis ilmiah KH Imaduddin yang menyebut tidak adanya korelasi DNA antara klan Ba ‘Alwi dengan Nabi Muhammad SAW, serta tidak ditemukannya bukti historis yang kuat atas klaim nasab tersebut.
Nah berikut dua profil pendirinya :
- KH Imaduddin Utsman Al Bantani :
KH Imaduddin Utsman Al Bantani adalah seorang ulama, pendidik, dan penulis asal Banten yang dikenal luas.
Kajian-kajiannya yang mendalam dan kontroversial, terutama terkait nasab Ba ‘Alwi yang diklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
Lahir: 15 Agustus 1976 di Cempaka-Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten
Baca juga: Harapan Gus Miftah di Tengah Perbedaan Pandangan Ba’alawi dan PWI Laskar Sabilillah
Pendidikan: Madrasah Diniyah Al Hikmah, SMPN Kresek, Madrasah Aliyah Ashhabul Maimanah Serang dan STAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (sekarang UIN Banten), Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
Guru-guru utama: KH Muhammad Syanwani Al Bantani, Abuya Dimyathi, dan Tb Hasuri Tahir
Menguasai ilmu fikih, ushul fikih, tafsir, hadits, nahwu, sharaf, bayan, dan ma’ani
Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum di Kresek, Tangerang
Aktif di Nahdlatul Ulama (NU):Ketua MWCNU Kresek (2006–2011)
Wakil Katib PWNU Banten (2018)
Ketua RMI PWNU Banten (2020–2024)
Anggota LBM PBNU (2022–2024)
Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Banten
KH Imaduddin menjadi sorotan karena penelitiannya yang menyimpulkan bahwa klaim nasab Ba ‘Alwi tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.
Ia menyebut adanya keterputusan silsilah dan merujuk pada manuskrip kuno serta hasil tes DNA yang menunjukkan ketidaksesuaian dengan garis keturunan Arab.
Penelitiannya dituangkan dalam buku seperti: Ulama Nusantara Menggugat Nasab Palsu; menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia; membongkar Skandal Ilmiyah Sejarah dan Genealogi Ba’alwi.
Pernyataan dan kajiannya memicu debat sengit di kalangan umat Islam Indonesia, termasuk di media sosial dan forum ilmiah.
Meski menuai penolakan dari sebagian kalangan, banyak pula yang mengapresiasi pendekatan ilmiahnya.
2. Profil Ketua Umum: KH Abbas Billy Yachsy
Sosok sentral di balik gerakan ini, KH Abbas Billy Yachsy, merupakan pimpinan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.
Ia dikenal sebagai cucu dari KH Abbas Abdul Jamil, ulama besar yang turut memimpin perlawanan rakyat dalam Pertempuran 10 November di Surabaya.
Dikenal vokal dan berkomitmen menjaga integritas keislaman dan kebangsaan, KH Abbas Billy pernah menyatakan, kami akan tetap berdiri tegak, seperti para Wali Songo membangun Nusantara dengan cahaya kejujuran.
Keberadaan PWI Laskar Sabilillah dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk penyeimbang di tengah meningkatnya polarisasi antar kelompok Islam.
Dalam beberapa kesempatan, mereka menyampaikan kekhawatiran atas doktrin dan gerakan keagamaan transnasional yang dianggap berpotensi memecah persatuan umat dan bangsa.
Namun, sikap tegas organisasi ini terhadap klaim-klaim keturunan dan kelompok ekstrem juga memicu kontroversi dan perdebatan tajam, terutama di media sosial dan forum keagamaan.
Didirikan di Cirebon
Dirangkum dari berbagai sumber, PWI Laskar Sabilillah merupakan organisasi yang tumbuh dari keresahan sebagian kalangan Nahdliyin terhadap maraknya klaim garis keturunan (nasab) yang dikaitkan dengan Rasulullah SAW tanpa bukti ilmiah yang valid dan memiliki misinya untuk merawat ajaran Islam Nusantara yang toleran dan berwawasan kebangsaan.
Organisasi ini didirikan pada 19 Oktober 2023 di Buntet, Cirebon, dan sebelumnya dideklarasikan secara terbuka pada 6 Oktober 2023 di Cilacap.
PWI LS menegaskan bahwa mereka berkomitmen: Menjaga nilai-nilai Islam Nusantara yang dibawa Walisongo, menolak klaim nasab yang tidak sah secara ilmiah maupun syar’i, mengawal trah Walisongo serta para kiai Nusantara dalam kiprah dakwah, melawan ideologi radikal dan separatis yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Organisasi ini telah melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain: mukernas pertama pada 7–8 Maret 2024 di Islamic Center Kota Bekasi, aksi-aksi demonstrasi damai dan seminar kebangsaan, penyebaran kontra-narasi terhadap kelompok yang dianggap mengancam ideologi negara.
Meskipun awalnya menargetkan 1 juta anggota dalam dua tahun, survei internal menyebutkan bahwa pada Maret 2025, jumlah simpatisan PWI LS telah mencapai lebih dari 7 juta orang di seluruh Indonesia.
Diberitakan, organisasi masyarakat Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Laskar Sabilillah (LS) terlibat bentrok dengan massa FPI.
PWI Laskar Sabilillah menolak kedatangan HRS dan massa dari FPI yang memberikan dukungan atas kehadiran tokoh tersebut.
Dari kejadian tersebut, lima orang dilaporkan luka-luka, dan di bawa ke rumah sakit terdekat.
Kejadian ini pun viral di berbagai media sosial, terlihat beberapa orang membawa senjata tajam.
Bagaimana Kronologi Kejadian?
Bentrokan PWI Laskar Sabilillah Vs FPI di Pemalang Jateng bermula saat massa penolak mendekati lokasi pengajian dan terlibat cekcok dengan pendukung.
Situasi semakin memanas saat lemparan batu, kayu, botol, dan senjata tajam terjadi di antara dua kelompok.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyebutkan, sedikitnya lima orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Akan tetapi, angka tersebut belum pasti karena masih dilakukan pendataan.
"Jumlah korban belum pasti, tapi sementara masih lima orang yang alami luka-luka," kata Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Hingga berita ini di tulis, belum ada keterangan dari kepolisian terkait kejadian ini. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Kronologi Pengajian Habib Rizieq di Pemalang Jawa Tengah Ricuh: FPI Vs PWI Laskar Sabilillah
Baca tanpa iklan