News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenikmatan Tersembunyi dalam Semangkuk Soto Triwindu Solo

Penulis: timtribunsolo
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KULINER SOLO - Soto Triwindu di Jl.Teuku Umar, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah. Soto Triwindu siap dihidangkan, Rabu (30/7/2025).

TRIBUNNEWS.COM - Aroma nikmat rempah-rempah soto berbalut gurihnya kaldu daging sapi menyatu bak ucapan selamat datang ketika berjalan mendekati Soto Triwindu, Solo, Rabu (30/7/2025).

Kenikmatan itu dapat dirasakan dengan menyusuri gang kecil di Jl.Teuku Umar, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Warung soto legendaris ini menyajikan soto daging sapi setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 15.00 WIB.

Kuah soto bening khas daerah Solo yang ringan tetapi berkaldu bercampur dengan potongan daging sapi dan tauge cocok dinikmati sebagai menu sarapan maupun makan siang.

Dengan merogoh kocek Rp18.000 saja, Tribunners dapat menikmati kenikmatan soto sapi langganan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dari Generasi ke Generasi, Melegenda Sejak sebelum Indonesia Merdeka

KULINER SOLO - Soto Triwindu di Jl.Teuku Umar, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah. Karyawan tengah menyiapkan soto Triwindu, Rabu (30/7/2025).

Pada awalnya, Soto Triwindu dikelola oleh Karyo, generasi pertama.

Soto Triwindu mulai menghangatkan perut warga Solo pada 1939, dengan cara dipikul dari lokasi satu ke lokasi lainnya, utamanya di area Mangkunegaran.

“Dulu waktu pertama jualan itu malah dipikul. Di sekitar Solo. Jadi pelanggan itu malah Belanda Belanda itu. Langganan pertama itu Mangkunegaran,” ungkap Sri Suwarti (65), menantu Yoso Sumarto ketika diwawancarai Tribunnews.com, Rabu (30/7/2025).

Setelah itu, Soto Triwindu berpindah tangan ke generasi kedua, yakni Karyo, Yoso Sumarto.

“Dulu pertama kali di Pasar Triwindu itu dikasih ke ibu, Yoso Sumarto. Anaknya ada banyak, yang mau cuma ibu aja,” ungkap Sri. 

Baca juga: Menggali Rasa Banyuwangi lewat 4 Kuliner dari Alam dan Tradisi Indonesia

Pada era generasi kedua, Soto Triwindu berganti dari yang semula dipikul menjadi menetap di area Pasar Triwindu, Solo. 

Pada 2007, barulah Soto Triwindu menetap di rumah sendiri, yakni di Jl Teuku Umar, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo dan dikelola oleh generasi ketiga, anak-anak dari Yoso Sumarto.

Meski Soto Triwindu sudah dipegang oleh generasi ketiga, kuliner satu ini tetap melegenda diminati banyak kalangan.

Kenikmatan Soto yang Tiada Duanya

Meski sudah tiga generasi, Sri mengungkap resep yang disajikan masih asli dari awal buka hingga sekarang.

“Resep harus dipertahankan,” tegas Sri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini