Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Kota Blitar yang diduga selingkuh dengan bu polwan dicopot dari tugasnya sebagai ketua fraksi PPP
- DPC PPP juga merekomendasikan DPRD untuk membekukan sementara kegiatan GP di DPRD Kota Blitar
- Pihak DPRD Kota Blitar telah menerima surat pergantian ketua fraksi PPP
TRIBUNNEWS.COM - Seorang anggota Polres Blitar Kota, Jawa Timur berinisial NW diduga berselingkuh dengan seorang anggota DPRD Kota Blitar.
Diduga, keduanya melakukan perselingkungan di Kota Batu, Jawa Timur.
Kota Batu yang juga diberi julukan Swiss Kecil ini terkenal dengan hawa dinginnya dan terkenal sebagai kota agropolitan karena banyakan pertanian.
Selain terkenal dengan buah apel, Kota Batu juga terkenal dengan sejumlah tempat wisata, seperti Jatim Park 2, Batu Night Spectacular (BNS), hingga Museum Angkut.
Kota Batu sendiri terletak di sekitar 20 kilometer utara Kota Malang, dan sekitar 70 kilometer dari Blitar.
Mengutip TribunJatim.com, anggota DPRD Kota Blitar yang diduga selingkuh tersebut berinisial GP dan merupakan ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kini, GP telah diberhentikan dari ketua Fraksi PPP DPRD Kota Blitar setelah diduga selingkuh dengan anggota polwan.
Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi menuturkan, pihaknya telah mengirim surat pergantian ketua fraksi.
Agus juga menuturkan, pihak partai juga mengusulkan penonaktifan sementara GP dari kegiatan di DPRD Kota Blitar.
"Yang bersangkutan (GP) ketua fraksi PPP. kami sudah bersurat ke ketua DPRD untuk penggantian ketua fraksi PPP,"
"Kami juga mengusulkan agar untuk sementara yang bersangkutan dinonaktifkan dari kegiatan DPRD supaya konsentrasi menghadapi masalah itu," ujar Agus, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Polwan Sendirian saat Digerebek karena Diduga Selingkuh dengan Anggota DPRD, Akui Sempat Bareng Pria
Agus menambahkan, GP hingga saat ini masih belum dimintai keterangan oleh polisi terkait dugaan perselingkuhan tersebut.
"Sampai sekarang yang bersangkutan belum dipanggil maupun dimintai keterangan. Itu bukan digerebek berdua di kamar hotel,"
"Kami juga mengedepankan praduga tak bersalah," ujarnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim mengatakan, pihaknya sudah menerima surat usulan pergantian ketua fraksi dari PPP.
"Bukan pencopotan, tapi penonaktifan sementara dari kegiatan alat kelengkapan dewan (AKD) dan penggantian ketua fraksi," katanya.
Kronologi Kejadian
Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto menuturkan, pihaknya saat ini tengah menangani kasus dugaan perselingkuhan ini.
"Masih kami lakukan penyelidikan. Untuk keterlibatan dewannya masih kami dalami," kata Iptu Joko Suprianto, Senin (20/10/2025).
Dikutip dari TribunJatim.com, awal mula penggerebekan ini setelah suami NW yang juga anggota Polres Blitar Kota membuat laporan polisi terkait dugaan perselingkuhan.
Lalu, pada Sabtu (18/10/2025), NW yang berada di sebuah hotel di Kota Batu digerebek polisi.
Namun, di kamar hanya ada NW saja.
Setelah dimintai keterangan, NW mengaku sebelumnya bersama dengan seorang anggota DPRD Kota Blitar.
Anggota DPRD Kota Blitar tersebut bersama dengan NW sebelum polisi melakukan penggerebekan.
"Di wilayah Batu (hotelnya)," singkatnya.
Untuk kode etik, kasus NW ini ditangani oleh Polres Blitar Kota.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Terseret Dugaan Perselingkuhan dengan Polwan, Anggota DPRD Blitar ini Dicopot dari Ketua Fraksi PPP
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Samsul Hadi/Dya Ayu)
Baca tanpa iklan