News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Santri

Dijuluki Kota Santri, Serang Angkat Kerukunan Antar Umat Beragama Jadi Magnet Wisata

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BUDI RUSTANDI - Wali Kota Serang buka diklat kerukunan lintas agama. Serang teguhkan citra sebagai kota santri yang damai dan toleran.

TRIBUNNEWS.COM - Bertepatan dengan momen Hari Santri pada 22 Oktober 2025, Kota Serang, Ibu Kota Provinsi Banten, mengangkat kerukunan antar umat beragama menjadi magnet wisata.

Kota Serang dijuluki Kota Santri karena memiliki banyak pesantren, lembaga pendidikan Islam, dan tradisi keagamaan yang kuat. 

Julukan ini mencerminkan identitas religius masyarakat Serang yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, moral, dan kehidupan beragama yang harmonis.

Serang menjadi pusat pendidikan Islam di Banten, dengan ratusan pesantren yang aktif membina generasi muda.

Kegiatan keagamaan seperti pengajian, maulid, dan zikir akbar rutin digelar di berbagai wilayah kota.

Ulama di Serang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan pemerintahan, menjadi penjaga moral dan kerukunan.

Sejarah Islam di Serang sangat kental, terutama dengan keberadaan Masjid Agung Banten dan situs Keraton Surosowan.

Julukan ini bukan hanya simbol religiusitas, tetapi juga menjadi 

fondasi bagi Serang dalam membangun citra sebagai kota yang damai, toleran, dan berbudaya

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan kegiatan lintas agama dan kebudayaan perlu didukung karena dapat memperkuat harmoni sosial sekaligus menarik minat wisatawan.

“Kalau semua budaya ditampilkan, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Ke depan, kita mendukung adanya event budaya lintas agama sebagai bentuk persatuan,” ucapnya pada Jumat 24 Oktober 2025.

Menurut Budi, kegiatan semacam ini bukan hanya mempererat hubungan antarumat beragama, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor wisata dan UMKM.

“Saya ingin pengunjung dari luar daerah datang ke Kota Serang, menginap, dan berbelanja di sini. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan Diklat Kader Kerukunan Umat Beragama yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang. 

Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di bawah kepemimpinan Wali Kota Serang dan berlangsung selama tiga hari di Kebun Kebangsaan, Walantaka, Kota Serang. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini