News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Bakal Dikembangkan di Bali

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGOLAHAN SAMPAH - Proyek WTE di Bali diyakini solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

 

Ringkasan Berita:

  • SKI dan CCEPC akan melakukan eksplorasi potensi kerja sama untuk membidik proyek WTE di wilayah Bali.
  • Proyek WTE di Bali solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
  • SKI akan berperan sebagai penyedia dukungan investasi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek pengolahan limbah atau sampah menjadi energi (Waste-to-Energy) dilakukan di berbagai daerah, termasuk Bali.

Untuk wilayah Bali, saat ini telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh anak usaha PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) dengan PT CCEPC Indonesia (CCEPC).

Melalui MoU ini, SKI dan CCEPC akan melakukan eksplorasi potensi kerja sama untuk membidik proyek WTE di wilayah Bali.

Direktur Utama SKI, Sugiarto Romeli, menyampaikan, perseroan percaya proyek WTE di Bali dapat menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

“SKI juga terus berupaya mengambil peran dalam

mendukung inisiatif ramah lingkungan, termasuk

pengembangan solusi daur ulang dan ekonomi sirkular," papar Sugiarto dikutip Selasa (25/11/2025).

SKI akan berperan sebagai penyedia dukungan investasi, sementara CCEPC akan menyediakan dukungan teknis sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan O&M (Operation & Maintenance), mempersiapkan studi kelayakan untuk SKI.

Kemudian, melakukan kunjungan lokasi dan penilaian terhadap seluruh jenis limbah yang tersedia di pabrik SKI, serta memberikan dukungan penuh secara ekslusif kepada SKI untuk memenangkan setiap tender yang diikuti oleh SKI.

CCEPC merupakan perusahaan rekayasa internasional yang berfokus pada pengembangan teknologi energi kimia, tenaga listrik ramah lingkungan, pembangunan taman industri, serta proyek infrastruktur dan bangunan sipil.

Dibangun di berbagai Daerah

Di sisi lain, proyek WTE disebut membutuhkan investasi sebesar Rp 91 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkap proyek WTE akan dilakukan di 33 kota.

"Total investasinya itu mencapai kurang lebih Rp 91 triliun untuk kurang lebih di 33 kota," katanya ketika ditemui di sela-sela acara Indonesia International Sustainability Forum 2025 di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Jumlah investasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan 1.000 ton sampah per hari di tiap kota.

Di acara Indonesia International Sustainability Forum 2025 ini, Rosan menyebut sudah ada investor yang menunjukkan minat untuk terlibat.

"Tadi saya disampaikan yang ingin ikut program itu terdaftar sudah mencapai 192 perusahaan untuk program Waste to Energy yang baru saja kita sampaikan ini," ucap Rosan.

Meski proyek ini menyasar 33 kota, tahap awal akan dimulai di 10 kota yang telah lolos asesmen Kementerian Lingkungan Hidup.

Rosan pun menegaskan bahwa tiap kota tidak dibatasi hanya memiliki satu fasilitas pengolahan sampah jadi energi.

Rosan mencontohkan Jakarta yang bisa memiliki tiga hingga empat fasilitas karena volume sampah per harinya yang besar.

"Jakarta ini per harinya itu 8 ribu ton sampah. Sedangkan tumpukan sampahnya itu kalau tidak dilakukan perubahan yang signifikan, itu sudah 55 juta ton. Jadi kalau kita kasih ilustrasi, itu kata Bapak Gubernur, sama dengan 16.500 lapangan bola besarnya," ujar Rosan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini