News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Pengungsi Banjir Sumatra Mulai Terserang ISPA hingga Gatal dan Bapil

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KORBAN BANJIR - Pasien korban banjir bandang sedang dirawat di Posko kesehatan Laklak Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Selasa (16/12/2025). Masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini menghadapi ancaman penyakit menular.

Ringkasan Berita:

  • Ratusan ribu pengungsi banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar terancam berbagai penyakit menular.
  • ISPA, diare, gatal-gatal, dan gangguan kulit dominan dialami anak-anak serta kelompok rentan.
  • Layanan kesehatan darurat disiagakan, namun keterbatasan air bersih memperparah risiko penyakit.

 

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini menghadapi ancaman penyakit menular.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, total jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak mencapai setidaknya 577.600 jiwa, per Rabu (17/12/2025).

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga flu dan batuk mengancam para pengungsi.

ISPA adalah penyakit peradangan pada sistem pernapasan atas/bawah, seperti pada hidung, tenggorokan atau paru-paru akibat menghirup percikan cairan tubuh yang terdapat virus/bakteri.

1. Kondisi di Aceh

Penyakit ISPA, diare, hingga gatal-gatal dilaporkan terjadi pada korban terdampak banjir, misalnya di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dilansir Serambinews, memasuki hari ke-20 pascabanjir bandang, kondisi Jalan Nasional masih dipenuhi debu dan sisa material lumpur.

Sejumlah warga juga dikabarkan mengalami gangguan asam lambung.

Kepala Puskesmas Jambur Lak-Lak, Nelly Afni mengatakan jumlah pasien yang datang berobat setiap hari mencapai 60 hingga 70 orang.

“Korban banjir yang berobat setiap harinya sekitar 60 sampai 70 orang. Mayoritas menderita ISPA, gatal-gatal, dan beberapa penyakit lainnya,” ujar Nelly Afni, Selasa.

Dinas Kesehatan setempat membuka lima posko kesehatan yang tersebar di sejumlah desa, yakni Desa Bener Bepapah, Desa Leuser, Desa Ketambe, Desa Simpur Jaya, dan Desa Lak-Lak.

Selain itu, dua unit ambulans telah disiagakan di lokasi bencana.

Baca juga: Musisi Legendaris Jepang Donasikan 50.000 Dolar AS untuk Korban Banjir di Sumatera

Tenaga medis juga diperkuat dengan empat orang dokter yang bertugas di posko-posko kesehatan tersebut.

Ketersediaan obat-obatan hingga saat ini masih mencukupi untuk melayani para pasien.

Tetapi, terdapat beberapa korban banjir bandang yang harus dirujuk ke RSUD Sahuddin Kutacane karena memiliki penyakit bawaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Untuk obat-obatan masih aman. Ada juga beberapa pasien yang dirujuk ke RSUD Sahuddin Kutacane karena penyakit bawaan,” pungkasnya.

2. Kondisi di Sumut

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, banyak anak-anak dilaporkan mengalami penyakit gatal-gatal, demam, dan batuk pilek.

Tidak hanya di pengungsian, anak-anak yang sudah kembali ke permukiman juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda.

Misalnya saja, penyakit gatal-gatal yang dialami penyintas banjir, Kiara Ritonga (1,5 tahun).  

Hampir di seluruh bagian kakinya mengalami benjolan-benjolan kecil yang berisi air.  Selain itu batuk dan pilek pun ia rasakan. 

Kondisi badannya yang kurang membaik membuat sang ibu, Iin Sihombing (29) khawatir. 

"Inilah gatal-gatal sama bapil. Tapi udah parah kali keknya gatal-gatal di kaki anakku ini. Jadi nangis terus, rewel lah. Inilah mau dibawa berobat. Kemarin sudah berobat tapi enggak mempan juga," ucap warga Jalan Simpang Fransiskus, Kabupaten Tapteng, kepada Tribun Medan

Diakuinya, anaknya itu, baru mengalami gatal-gatal 3 hari ke belakang. Dan memang rumahnya sempat mengalami banjir. 

"Baru tiga hari ini gatalnya. Tapi hari ketiga, langsung banyak benjolan ini.  Kayaknya alergi air. Karena sulit dapat air bersih. Rumah kami banjir, tapi gak parah kali. Kami juga mengungsi sehari di sini (Gereja tempat keluarganya)," ucapnya. 

Hal senada juga disampaikan Syarifah warga Kelurahan Sibuluan Indah Kecamatan Pandan. Diakui Syarifah anaknya yang berusia 4 Tahun mulai mengalami gatal-gatal. 

"Sudah seminggu ini gatal-gatal. Memang kami masih mengungsi di Masjid Al-Musannif Syariful Hasanah sampai hari ini,"jelasnya. 

Dikatakannya, anaknya mulai mengalami gatal-gatal, karena selama 3 minggu hanya makan mie dan telur saja.

"Anak alergi mie dan telur. Tapi cuman itu makanan yang ada. Sementara rumah kami masih penuh lumpur belum bisa dibersihkan karena air belum hidup. Inilah mau berobat ke Posko di Gor Pandan katanya ada pengobatan gratis di sana," jelasnya.

3. Kondisi di Sumbar

Kondisi serupa dialami masyarakat Kota Padang, Sumbar.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyampaikan kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir menjadi perhatian serius.

Hal itu dikatakan Apri saat Sidokkes Polresta Padang memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/12/2025).

Banyak warga, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dewasa, mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti ISPA dan penyakit kulit akibat terpapar air banjir selama berhari-hari.

“Banyak warga mengalami ISPA dan iritasi kulit. Karena itu, Sidokkes Polresta Padang terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak di Posko Lapai,” ujar Apri, dilansir TribunPadang.com.

Total warga yang diberikan layanan kesehatan gratis dari Polresta Padang ini mencapai 300 orang.

Update Korban

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Aceh dan Sumatra.

Per Rabu (17/12/2025). jumlah korban jiwa bertambah enam orang sehingga total keseluruhan menjadi 1.059 orang.

"Per hari ini, ditemukan tambahan enam jasad. Di Aceh Utara, 2 jiwa dan di Sumut, Tapanuli Tengah, 4 jiwa. Sehingga rekapitulasi korban meninggal per hari ini berjumlah 1.059 jiwa," terangnya dalam konferensi pers.

Sebanyak 192 jiwa masih hilang hingga hari ini.

Sementara itu, jumlah pengungsi pada hari Selasa ada sebanyak 606.040 orang. Kini sudah berkurang sehingga totalnya 577.600 jiwa.

(Tribunnews.com/Gilang P, Deni S) (SerambiNews/TribunMedan/TribunPadang)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini