News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Maut di Tol Semarang

Bus PO Cahaya Trans yang Alami Kecelakaan Maut di Semarang Ternyata Berangkat dari Bogor

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EVAKUASI KORBAN KECELAKAAN - Kolase foto proses evakuasi korban kecelakaan bus antarkota PO Cahaya Trans terguling di ruas simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari. (Dok. BASARNAS Semarang)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bus Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan dan menewaskan 15 orang di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari, ternyata berangkat dari Bogor.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh seorang petugas agen bus di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

"Bogor," ucap Sigit (bukan nama sebenarnya), saat ditemui Tribunnews.com di Jatiasih, Senin pagi.

Di lokasi yang sama, petugas agen lainnya, Amel (bukan nama sebenarnya), meluruskan kabar yang menyebut titik awal keberangkatan bus dari Jatiasih. 

Ia menegaskan, Jatiasih hanya menjadi titik singgah sebelum bus melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta.

“Bukan. Ini lintasan doang,” ungkapnya. 

Dengan nada meninggi, Amel tampak kesal dengan informasi yang menyatakan titik awal keberangkatan bus dari Jatiasih. 

Sebab, ia mengaku sama sekali tak mengetahui dari mana titik awal keberadaan bus tujuan Yogyakarta tersebut. 

Menurut dia, hanya satu penumpang yang naik dari Jatiasih sebelum bus melanjutkan perjalanan.

Amel menambahkan, sejauh ini pemberangkatan awal bus Cahaya Trans dilakukan dari dua tempat, yakni Bogor dan Ciputat.

“Ada Bogor, ada Ciputat. Di sini jemput doang,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi di di Simpang Susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari.

Bus PO Cahaya Trans Jurusan Jakarta-Yogyakarta terbalik.

Dari 34 penumpang bus yang menjadi korban, 15 orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, kepada Kompas TV, mengatakan, petugas gabungan telah melakukan evakuasi seluruh penumpang. Proses evakuasi melibatkan tim SAR gabungan Polri, Dinas Kesehatan, Jasa Marga dan PMI.

"Dengan rincian 17 orang selamat. Beberapa orang mengalami luka berat, 15 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Budiono menjelaskan, bus yang melaju dengan kecepatan tinggi itu menabrak pembatas jalan penghubung (RAM 3) Exit Tol.

Saat ini seluruh korban, kata Budiono, telah dibawa ke beberapa rumah sakit di kota Semarang untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini