News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Bantu Percepatan Penanganan Bencana, 16 Alat Berat dan Truk Dikirim ke Aceh

Penulis: Erik S
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

16 alat berat yang terdiri dari 13 ekskavator dan 3 Truk dikirim PT Jhonlin Group pimpinan Andi Syamsuddin Arsyad atau biasa disapa Haji Isam. Alat berat tersebut dikirim guna membantu percepatan penanganan pasca bencana banjir di Aceh.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bantuan logistik hingga peralatan terus dikirim ke daerah bencana banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

16 alat berat yang terdiri dari 13 ekskavator dan 3 Truk dikirim PT Jhonlin Group pimpinan Andi Syamsuddin Arsyad atau biasa disapa Haji Isam. Alat berat tersebut dikirim guna membantu percepatan penanganan pasca bencana banjir di Aceh.

Alat-alat berat tersebut dikirim dari Pelabuhan Kolinlamil (komando lintas laut militer) Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Selasa (23/13/2025) dan ditargetkan tiba di Aceh pada Jumat, (26/12/2025).

“Bantuan untuk percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh segera membaik,” kata Haji Isam, Selasa,(23/12/2025).

Sementara itu, perwakilan perusahaan Fikri Pohan, menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir yang menimpa Aceh.

Fikri Pohan berharap alat barat dan truk pengangkut dapat maksimal membantu percepatan penanganan bencana.

“Semoga Aceh segera pulih doa kami menyertai saudara kami menyertai saudara-saudara terdampak,” imbuh dia.

Diketahui, dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra terus meluas. 

Baca juga: Lahan PTPN III Jadi Lokasi Hunian Sementara Korban Banjir Bandang di Aceh

Korban Bertambah

Korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh terus bertambah. 

Menurut data terbaru dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh yang diupdate pada Senin (22/12/2025) pukul 21.00 WIB, tercatat jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 481 orang.

Seperti diketahui, bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem tersebut mencakup 202 kecamatan dan 3.527 gampong. Serta korban terdampak terdata 540.259 kepala keluarga (KK) atau 2.016.634 jiwa. 

Menurut data pos komando, selain korban meninggal dan hilang, juga tercatat 4.939 orang mengalami luka ringan dan 474 lainnya luka berat. 

Sementara itu, jumlah pengungsi saat ini tercatat 2.174 titik pengungsian dengan total 94.278 kepala keluarga (KK) atau 374.483 jiwa. 

Jumlah ini terus berkurang karena sejumlah warga mulai mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat yang tidak terkena dampak banjir.

Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya juga dilaporkan sangat signifikan. Tercatat kerusakan pada 260 unit perkantoran, 613 unit tempat ibadah, 444 unit sekolah, 191 rumah sakit dan puskesmas, dan 511 unit pondok pesantren.

Pada sektor transportasi, musibah banjir dan tanah longsor ini juga tercatat merusak 1.098 titik badan jalan dan 492 titik jembatan.

Kemudian kerusakan harta benda meliputi 121.197 unit rumah, 160.065 ekor ternak, 90.601 hektare sawah, 23.307 hektare kebun, dan 39.426 hektare tambak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini