News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Longsor di Bandung Barat

PDIP Instruksikan Kadernya Turun Bantu Korban Longsor Bandung Barat

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LONGSOR BANDUNG BARAT – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, berpidato dalam peresmian klinik di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan kader PDIP turun langsung membantu korban longsor di Kabupaten Bandung Barat.

Ringkasan Berita:

  • Jeritan terakhir korban longsor masih terngiang di telinga keluarga
  • 25 kantong jenazah diterima tim DVI, puluhan masih hilang
  • PDIP kerahkan kader dan relawan kesehatan ke lokasi bencana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto menginstruksikan kader turun langsung membantu korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Instruksi itu disampaikan Hasto dalam pidato peresmian klinik pada rangkaian HUT ke-52 PDIP di Sukabumi, Minggu (25/1/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum penguatan struktur partai dalam melayani rakyat. Bersama Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono, Hasto menegaskan komitmen partai untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat musibah.

Hasto menekankan bahwa suara kemanusiaan harus ditempatkan di atas kalkulasi politik.

“Selama rakyat menderita, suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi politik. Karena itu kader turun dengan ambulans dan tenaga medis ke daerah bencana,” ujarnya.

Langkah cepat ini sejalan dengan instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menugaskan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) untuk siaga jauh sebelum bencana terjadi berdasarkan informasi BMKG.

“Ibu Mega menyampaikan pesan bahwa kebenaran pasti akan menang melalui perisai moral Satyam Eva Jayate. Kepercayaan rakyat ini harus dijawab dengan turun ke bawah, mendengarkan mereka, menyatu bersama mereka,” tandas Hasto.

Dalam kesempatan yang sama, Ono Surono menegaskan pembentukan relawan kesehatan berbasis desa di seluruh Jawa Barat.

Ia juga memperkenalkan yayasan Wanoja Perjuangan sebagai wadah kaum perempuan untuk bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. 

Sebelum menyampaikan sambutan, Ono mengajak hadirin mendoakan para korban longsor. 

Ia menegaskan jajaran DPD PDIP Jabar langsung menuju lokasi bencana.

“Ada 141 orang mengungsi di aula desa setempat. Mereka mengharapkan bantuan dari masyarakat, khususnya dari PDI Perjuangan,” ujarnya.

25 Kantong Jenazah

Bencana longsor menerjang permukiman warga di Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. 

Memasuki hari kedua pencarian, Minggu (25/1/2026), tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar menerima 25 kantong jenazah di Posko Puskesmas Pasirlangu.

Dari total 113 jiwa terdampak, 23 orang berhasil selamat, sementara 65 orang masih hilang.

Hingga kini, tim DVI telah mengidentifikasi 11 korban, termasuk Suryana, Jajang Tarta, dan Ayu Yuniarti. Proses identifikasi post mortem terus berlanjut.

Baca juga: Berdampak ke 4 Kabupaten Lingkar Gunung Slamet, BNPB Ungkap Penyebab Utama Banjir Longsor

Kehilangan 7 Anggota Keluarga

Di tengah pencarian, kisah pilu datang dari Tanu (48), warga Kampung Babakan, Desa Pasirlangu.

Ia kehilangan tujuh anggota keluarga sekaligus saat longsor.

Tanu hanya sempat menyelamatkan istri dan dua anaknya, sementara enam saudara kandung dan ibu mertua masih tertimbun. 

“Uwa tolong wa... suaranya muncul sebentar, lalu hilang sepenuhnya,” ujarnya lirih di posko pengungsian.

Selain kehilangan orang-orang tercinta, 28 ekor kambing miliknya ikut tertimbun dengan kerugian ditaksir Rp84 juta.

“Harta bisa dicari, tapi saya hanya berharap keluarga saya ditemukan,” katanya.

Di tengah duka warga Bandung Barat, aksi cepat dan solidaritas kemanusiaan menjadi harapan yang paling dibutuhkan.

Kehilangan besar ini mengingatkan bahwa bencana bukan sekadar angka, melainkan kisah nyata keluarga yang menunggu kepastian.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini