Ringkasan Berita:
- Bupati Seluma, Teddy Rahman menegaskan bahwa masalah kesehatan menjadi prioritas utama saat ini.
- Teddy Rahman juga menegaskan negara harus hadir dalam urusan kesehatan warga karena sakit adalah hal yang tidak bisa direncanakan.
- Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan warisan utang dari pemerintahan sebelumnya, Teddy berhasil melunasi tunggakan BPJS Kesehatan dan gaji tenaga kesehatan (Nakes).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Seluma, Teddy Rahman menegaskan bahwa masalah kesehatan menjadi prioritas utama saat ini.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan warisan utang dari pemerintahan sebelumnya, Teddy berhasil melunasi tunggakan BPJS Kesehatan dan gaji tenaga kesehatan (Nakes).
Teddy menegaskan bahwa negara harus hadir dalam urusan kesehatan warga karena sakit adalah hal yang tidak bisa direncanakan.
Hal itu disampaikannya saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Program prioritas saya adalah kesehatan. Orang sakit tidak ada rencananya, maka pemerintah harus hadir. Alhamdulillah, utang BPJS tahun 2024 hampir Rp 3 miliar sudah terbayar lunas," ujar Teddy Rahman.
Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan: Peserta PBI Nonaktif Bisa Aktif Lagi Asalkan Penuhi 3 Syarat Ini
Tak hanya melunasi utang, Teddy menerapkan sistem Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Dengan sistem ini, kata dia, KTP warga Seluma bisa langsung aktif digunakan untuk berobat pada hari yang sama saat didaftarkan, tanpa harus menunggu masa aktif bulan berikutnya.
"Kalau yang biasa kan daftar tanggal 1 Januari, baru aktif 1 Februari. Kalau di Seluma, daftar langsung aktif. Kita anggarkan APBD khusus untuk ini," jelasnya.
Baca juga: 3 Cara Aktifkan BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan, Bisa Lewat HP
Untuk menutupi kekurangan anggaran daerah, Teddy mengaku rajin ‘jemput bola’ ke Jakarta.
Memanfaatkan jaringan sebagai alumni Universitas Diponegoro (UNDIP) dan jalur partai politiknya, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), ia berhasil menarik dana pusat sebesar Rp 365 Miliar dalam 10 bulan menjabat, termasuk untuk pembangunan Kampung Nelayan Modern dan perbaikan jalan.
Baca tanpa iklan