News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ketua BEM UGM Diteror

Ketua BEM UGM Tegaskan Tak Takut Diteror, Justru Tantang Balik: Lanjutkan Terornya

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KETUA BEM KM UGM - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM), Tiyo Ardianto. Tiyo Ardianto terang-terangan mengaku tidak takut diteror setelah mendapat intimidasi.

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto terang-terangan mengaku tidak takut diteror setelah mendapat intimidasi.

Teror atau intimidasi itu didapatkan Tiyo setelah dia menyoroti kasus seorang anak di Kabupaten Ngada, NTT, yang memilih mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pulpen dan buku. Di samping itu, dia juga mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan dana Rp1,2 triliun per hari dan masuknya Indonesia sebagai anggota Board of Peace.

“Kita semua berduka karena ada seorang anak yang memutuskan bunuh diri hanya gara-gara gagal membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu. Tetapi ironinya di saat bersamaan pemerintah menggelontorkan Rp16,7 triliun untuk Board of Peace bikinan Trump yang begitu kontroversial,” katanya dalam siniar Madilog Forum di kanal YouTube Forum Keadilan, Rabu, (18/2/2026).

Dia merasa ada ironi prioritas anggaran pemerintah. Menurut Tiyo, pemerintah menghambur-hamburkan banyak uang di berbagai sektor yang belum tentu untuk kepentingan rakyat.

Tiyo mengklaim program MBG tidak berpihak kepada rakyat karena sejak digulirkan, MBG telah melanggar konstitusi tentang mandatory spending anggaran pendidikan yang diperintahkan oleh UUD.

“Bahwa pemerintah wajib mengalokasikan 20 persen, baik itu APBN maupun APBD, untuk pendidikan,” ucap mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu.

Mengenai teror penculikan dan pembunuhan yang diterimanya, Tiyo menganggapnya sebagai alarm bagi demokrasi Indonesia.

SERANGAN TEROR - Kolase foto: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. (HO/IST/Instagram/tiyoardianto_)

Ketua BEM itu menyampaikan tidak hanya dia saja yang mendapat teror, tetapi juga orang tuanya dan hampir 30 pengurus BEM. Meski demikian, Tiyo mengatakan berbagai teror pembunuhan itu tidak membuat dia dan kawan-kawannya takut.

“Seluruh teror itu tidak akan membuat BEM UGM gentar. Semakin ditekan, justru kami semakin melawan," katanya menegaskan.

Dia menyebut berbagai lembaga seperti Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Lembaga Bantuan Hukum, hingga kampus UGM mengulurkan tangan untuk membantu.

“Ketika ancaman ini akan membuahkan ancaman yang lebih besar lagi, maka BEM UGM tidak sendiri. Apakah orang-orang yang meneror itu mau menghadapi kami semua? Maka silakan lanjutkan terornya.”

“Bahkan saya punya prinsip kalau prinsip kalau di filsafat Nietzsche yang mengatakan bahwa what doesn’t kill you will make you stronger, sesuatu yang tidak membunuhmu akan menguatkanmu.

“Silakan teror saya sebesar apa pun selama itu tidak membuh saya lahir dan batin, maka saya pastikan bahwa setelah itu saya akan lebih kuat dari sebelumnya.”

Baca juga: LPSK Yogya Pantau Rentetan Teror yang Diterima Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dkk Termasuk Keluarganya

Dia kemudian mengucapkan “terima kasih” kepada para peneror karena telah membuatnya lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Teror lewat WhatsApp

Sebelumnya, Tiyo mendapat teror melalui aplikasi Whatsapp dari nomor asing.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini