Ringkasan Berita:
- Fenomena panic buying BBM terjadi di berbagai daerah Indonesia setelah isu konflik Israel-AS dengan Iran dan kabar penutupan Selat Hormuz.
- Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM hanya cukup 20 hari semakin memperburuk kepanikan masyarakat.
- Akibatnya, antrean panjang di SPBU Jember, Medan, dan Aceh mengular, meski Pertamina menegaskan stok aman dan distribusi berjalan normal.
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada awal Maret 2026 seperti di Jember, Medan, dan Aceh.
Antrean panjang di SPBU dipicu oleh isu kelangkaan bahan bakar akibat konflik Israel-AS dengan Iran dan kabar penutupan Selat Hormuz .
Selain itu, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM hanya cukup untuk 20 hari membuat masyarakat panik.
Masyarakat mulai melakukan penimbunan BBM sejak Kamis (5/3/2026) sehingga antrean di sejumlah SPBU mengular.
Di Jember, Jawa Timur, antrean SPBU mengular ke jalan dari pukul 05.30 WIB hingga 14.00 WIB.
Salah satu warga yang bernama Sisil mengaku ikut antre setelah muncul kabar kelangkaan BBM.
"Tidak tahu ya, cuma gosipnya katanya (BBM) mau habis. Tapi saya tidak tahu, benar atau tidak," ungkapnya.
Sisil yang bekerja sebagai pengemudi ojek online terpaksa menunggu lama karena membutuhkan pemasukan harian.
"Aku sendiri juga takut, tapi punyaku tinggal dua strip. Kalau masih empat strip mungkin aku tidak ngantre," katanya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan masyarakat tak perlu panic buying karena persediaan BBM di Jember mencukupi.
"Tidak perlu panik. Stok kita aman dan melimpah. Kami bersama Pertamina tidak akan tinggal diam jika ada peningkatan kebutuhan; stok akan langsung ditambah jika diperlukan," ucapnya.
Baca juga: Isu BBM Habis dalam 21 Hari Imbas Konflik Timur Tengah, DPR Bakal Panggil Menteri ESDM
Hal serupa terjadi di sejumlah SPBU di Kota Medan, Sumatra Utara.
Di SPBU yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur antrean mengular sejak Jumat (6/3/2026) pagi.
Kondisi jalanan hampir lumpuh karena setengahnya digunakan untuk antrean BBM.
Warga berbondong-bondong mendatangi SPBU setelah mendapat pesan berantai tentang kelangkaan BBM pasca serangan Israel ke Iran.
Sementara itu, stok BBM di SPBU Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, habis setelah warga panic buying pada Kamis (5/3/2026) siang.
Pengelola SPBU Lawe Desky, Raqam Bancin, menyatakan BBM yang tersisa hanya bio solar setelah warga memadati SPBU.
Baca juga: Jaga Pasokan Energi Sampai Lebaran 2026, Pertamina Siagakan 345 Kapal Pengangkut BBM
Stok BBM dalam perjalanan dari Medan sehingga warga harus menunggu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, meminta masyarakat tidak menelan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Penyaluran BBM kepada masyarakat saat ini berjalan normal. Stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Sebagian artikel telah tayang di TribunMedan.com dengan judul Warga Medan Panik Isi BBM, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunMedan.com/Haikal) (TribunJatim.com/Imam)
Baca tanpa iklan