Ringkasan Berita:
- Kogabwilhan III mempertebal pengamanan di Freeport pascaserangan KKB Papua di kawasan tambang tersebut
- Penguatan dilakukan dengan penambahan personel patroli terpadu serta pengerahan alutsista seperti panser Anoa
- Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan mendukung investasi dan melindungi masyarakat di Papua
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mempertebal pengamanan di area PT Freeport Indonesia, pascaserangan mendadak yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua atau TPNPB-OPM yang terjadi beberapa waktu lalu.
Penguatan keamanan meliputi penebalan jumlah dan kesiapan personel, penguatan struktur dan ketahanan pos keamanan, hingga modernisasi alutsista.
Sejumlah kendaraan tempur taktis buatan dalam negeri, seperti Panser Anoa juga disiagakan di titik-titik strategis untuk menghadapi situasi darurat.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto ikut turun langsung dengan memakai perlengkapan tempur saat meninjau kondisi keamanan, di Rest Area Mile 50 serta lokasi terjadinya serangan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia.
Ia menyebut, penebalan pengamanan pada seluruh titik ini bertujuan untuk mengantisipasi ancaman destabilisasi di kawasan objek vital nasional.
“TNI mengambil langkah antisipatif dan terukur dengan memperkuat seluruh titik pos keamanan di kawasan PT Freeport Indonesia. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pada objek vital nasional,” kata Lucky, Kamis (16/4/2026).
Selain penyiagaan alutsista dan penebalan personel di lokasi sekitar Freeport, personel TNI juga ditugaskan berpatroli secara terpadu, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, tokoh adat dan tokoh agama setempat. Pendekatan tersebut jadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Langkah ini kami lakukan secara konsisten dan semakin intens setiap harinya, guna memastikan situasi tetap kondusif,” tegas Lucky.
Lucky berharap penguatan pengamanan ini dapat menjaga iklim investasi, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat Papua bisa meningkat dalam suasana aman dan kondusif.
Baca juga: Kontak Tembak Pecah di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Diserang KKB Saat Patroli
Sebab menurutnya keamanan yang terjadi menjadi fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan di ufuk timur Indonesia.
"Ini adalah kewajiban TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mengawal pembangunan nasional, khususnya di ufuk timur Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya aksi teror dilakukan oleh KKB di area tambang Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah pada pertengahan Maret 2026. Atas serangan ini, karyawan Freeport bernama Simson Mulia (49) tewas tertembak.
Selain korban tewas, satu korban mengalami luka akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.
Baca tanpa iklan