Ringkasan Berita:
- Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan sebidang Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar, Selasa (28/4/2025) sekitar pukul 21.35 WIB.
- Kali ini, truk bermuatan pasir tertabrak KA Dhoho setelah mengalami macet mesin saat melintas di rel.
- Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kini Satlantas Polres Blitar Kota masih menyelidiki kecelakaan.
TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa kendaraan tertemper kereta api kembali terjadi, menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan rel kereta.
Pada Senin (27/4/2026), insiden tabrakan Kereta Api Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Kecelakaan kereta ini, mengakibatkan 15 korban meninggal dan puluhan korban mengalami luka-luka.
Sebelum peristiwa terjadi, rupanya diawali insiden sebuah kendaraan roda empat tertemper KRL Commuter Line di dekat Stasiun Bekasi Timur.
Mobil taksi online bertuliskan Green SM itu, awalnya terhenti di tengah perlintasan sebelum tertemper KRL.
Kondisi tersebut, membuat KRL lain berhenti di Stasiun Bekasi Timur hingga menunggu sinyal melintas di rel.
Beberapa saat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras pun tak terhindarkan.
Truk di Blitar Tertemper KA Dhoho, Diduga Mesin Macet
Sehari berselang, kejadian kendaraan tertemper kereta kembali terulang.
Kali ini, kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan sebidang Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar, Selasa (28/4/2025) sekitar pukul 21.35 WIB.
Pada Selasa malam, truk bermuatan pasir tertabrak KA Dhoho setelah mengalami macet mesin saat melintas di rel.
KA Dhoho adalah kereta api yang melayani rute Surabaya Kota - Blitar via Kediri, Jawa Timur.
Baca juga: Polisi Sebut Taksi Hijau yang Diduga Picu Kecelakaan Kereta di Bekasi Alami Korsleting
Dikutip dari Tribun Jatim, seorang saksi bernama Dodi Kurnia Aprianto menjelaskan kronologi kecelakaan di perlintasan Blitar.
Kejadian bermula ketika ada truk yang melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Imam Bonjol.
Ketika hendak melewati perlintasan, sirine palang pintu perlintasan berbunyi tanda akan lewat kereta api.
Saat itu juga palang pintu perlintasan mulai pelan-pelan tertutup.
Namun, truk nekat menyeberang perlintasan karena jarak truk dengan perlintasan sudah dekat.
Tak disangka, mesin truk mati ketika hendak menyeberang perlintasan.
"Mesin truk mati saat posisi truk masih belum melewati rel. Tapi posisi kepala truk moncong ke jalur kereta," kata Dodi.
Mengetahui mesin mati, sopir dan kenek sempat turun dari truk. Mereka meminta bantuan ke warga untuk mendorong truk mundur.
Dodi menyebut, truk tersebut, bermuatan berat. Alhasil, delapan orang yang membantu tidak berhasil mendorong truk mundur.
"Ada sekitar delapan orang yang dorong truk, tapi truk tidak bergerak. Saya juga ikut bantu dorong truk," ucapnya.
Tak lama kemudian, muncul KA Dhoho dari arah barat ke timur. Benturan antara KA Dhoho dengan bagian depan truk pun tak terhindarkan.
Pada saat itu, lantas KA Dhoho berhenti di lokasi.
Beruntung, tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut.
"Tidak ada korban jiwa. Sopir dan kenek sudah turun dari truk," kata Dodi yang bekerja di SPBE samping perlintasan Jalan Imam Bonjol.
Baca juga: Dedi Mulyadi Soroti Banyak Perlintasan Liar, Dukung Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
KA Dhoho Sudah Kurangi Kecepatan
Kesaksian lainnya turut disampaikan pekerja di SPBE dekat perlintasan, M Isamudin Baehaqi.
Menurut Baehaqi, KA Dhoho sempat mengurangi kecepatan ketika mengetahui ada truk mogok di dekat perlintasan.
"Sepertinya, kereta api sudah berusaha mengurangi kecepatan. Tapi, karena jaraknya sudah dekat, tetap terjadi benturan," ucapnya.
Suara Dentuman Keras
Sementara itu, warga sekitar mengaku mendengar suara dentuman keras saat terjadi tabrakan antara kereta api dan truk.
Untung merupakan warga yang rumahnya dekat perlintasan Jalan Imam Bonjol. Rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
"Suaranya dentumannya terdengar sangat keras dari rumah saya, seperti suara ban meletus," ungkapnya.
Diketahui, peristiwa tabrakan KA Dhoho relasi Blitar-Surabaya lewat Malang dengan truk muatan pasir di perlintasan Jalan Imam Bonjol terjadi pada Selasa malam pukul 21.45 WIB.
Setelah kejadian, KA Dhoho mengalami kerusakan di bagian lokomotif. Sementara itu, truk mengalami rusak berat di bagian depan.
KA Dhoho sempat berhenti di perlintasan untuk perbaikan. Selanjutnya, KA Dhoho kembali ke Stasiun Blitar.
Kini, Satlantas Polres Blitar Kota masih menyelidiki kecelakaan tersebut.
Masih mengutip Tribun Jatim, polisi belum menyimpulkan penyebab kecelakaan antara KA Dhoho dengan truk bermuatan pasir.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Update Kereta Api Dhoho Tabrak Truk Muatan Pasir di Blitar, Polisi Ikut Turun Tangan
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunJatim.com/Samsul Hadi)
Baca tanpa iklan