Ringkasan Berita:
- Presiden ke-7 RI Joko Widodo berencana blusukan ke sejumlah daerah mulai Juni 2026.
- Relawan Projo pertama kali mengungkap rencana ini, dibenarkan Ketua Harian PSI Ahmad Ali usai bertemu Jokowi di Solo.
- Agenda disebut sebagai napak tilas kepemimpinan dua periode. PSI dan Projo siap mendampingi Jokowi
TRIBUNNEWS.COM - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melakukan perjalanan blusukan ke sejumlah daerah di Indonesia mulai Juni 2026.
Rencana tersebut pertama kali diungkap oleh relawan Projo.
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, kemudian membenarkan kabar itu usai bertemu Jokowi di kediamannya di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (20/5/2026).
Bocoran Agenda Jokowi Keliling Indonesia
Menurut Ahmad Ali, agenda keliling Indonesia itu menjadi bagian dari perjalanan napak tilas Jokowi selama memimpin Indonesia dua periode sebagai presiden.
“Beliau ini mantan presiden. Tentunya kerinduan terhadap masyarakat yang mendasari beliau untuk berkeliling menyapa masyarakat. Kita lihat sebagai suatu perjalanan napak tilas beliau dalam menyapa masyarakat,” ujar Ahmad Ali.
Ia memastikan, kader PSI di berbagai daerah akan ikut menyambut dan mendampingi Jokowi selama agenda blusukan berlangsung.
“Kalau beliau turun, insyaallah setiap daerah yang dikunjungi akan disambut kader PSI di daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Ahmad Ali mengaku jadwal pasti perjalanan tersebut masih belum ditentukan. Sebab, perencanaan agenda blusukan itu disebut tengah disiapkan oleh relawan Projo.
“Karena yang merencanakan ini teman-teman Projo, kami akan berkoordinasi. Yang kedua melihat kondisi kesehatan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan,” katanya.
Ia menyebut kondisi kesehatan Jokowi saat ini sudah membaik dan siap untuk kembali beraktivitas menyapa masyarakat secara langsung.
“Secara fisik beliau kesehatannya sudah pulih. Tidak ada yang kurang. Semangatnya malah semakin kuat,” lanjut Ahmad Ali.
Meski kondisi kesehatan dinilai membaik, faktor usia tetap menjadi pertimbangan sebelum Jokowi memulai perjalanan panjang ke berbagai daerah di Indonesia.
“Faktor kesehatan sudah tidak lagi menjadi penghalang. Tapi faktor umur dan kondisi setelah sembuh tetap harus diperhitungkan secara matang,” pungkasnya.
Baca juga: PSI Minta Jokowi Sampaikan ke Publik Tak Lagi di PDIP saat Keliling Indonesia
Bocoran Lokasi
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut menjadi lokasi perdana yang akan dikunjungi mantan presiden tersebut.
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan Jokowi dijadwalkan mengunjungi sentra budi daya rumput laut sekaligus menyapa masyarakat di NTT.
“Bocorannya Pak Jokowi akan ke NTT mengunjungi budi daya rumput laut dan menyapa masyarakat NTT,” ujar Freddy, Senin (18/5/2026).
Meski demikian, Freddy menegaskan daftar daerah yang akan dikunjungi Jokowi masih bersifat dinamis. Ia menyebut lokasi perdana kunjungan masih memungkinkan berubah sesuai perkembangan agenda.
Menurut Freddy, setiap perjalanan Jokowi ke berbagai daerah nantinya akan didampingi pengurus Projo setempat. Hal itu disebut sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan antara Jokowi dan jaringan relawannya di daerah.
“Biasanya dalam kunjungan-kunjungan Pak Jokowi ke daerah, kami Projo pasti mendampingi beliau. Tentunya Projo daerah di mana Pak Jokowi berkunjung,” katanya.
Jokowi Ingin Tetap Dekat dengan Rakyat
Freddy menjelaskan, agenda blusukan Jokowi dilakukan untuk mempertahankan kedekatan emosional dengan masyarakat meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Menurutnya, Jokowi ingin menunjukkan gaya kepemimpinan yang selama ini identik dengan turun langsung ke lapangan tetap melekat pada dirinya.
“Visi besar Pak Jokowi kembali keliling Indonesia tentu untuk tetap menjaga koneksi emosional dengan rakyat tetap hidup, mempertahankan citra sebagai pemimpin rakyat, dan menunjukkan bahwa dirinya tidak berubah meski sudah tidak menjabat, tetap blusukan,” jelas Freddy.
Ia menambahkan, kedekatan emosional dinilai lebih kuat dibanding jabatan formal dalam dinamika politik Indonesia. Karena itu, langkah Jokowi kembali turun ke masyarakat disebut juga sebagai upaya menjaga loyalitas relawan dan pengaruh politiknya.
“Oleh karena itu Pak Jokowi harus tetap menjaga loyalitas relawan, mempertahankan komunikasi dengan kepala daerah, pengusaha, tokoh masyarakat dan kelompok akar rumput, sekaligus memastikan pengaruh politiknya tetap relevan dalam perpolitikan Indonesia,” tambahnya.
Baca juga: Agenda Politik Rencana Jokowi Keliling Indonesia, Yunarto Wijaya: Kekuatan Elektoral Untungkan PSI
Dikaitkan dengan Pemilu 2029
Saat ditanya apakah agenda keliling Indonesia itu berkaitan dengan persiapan menuju Pemilu 2029, Freddy memberikan jawaban diplomatis.
Ia menilai hal yang wajar apabila nantinya Jokowi memberikan dukungan terhadap gagasan politik maupun tokoh tertentu dalam kehidupan demokrasi.
“Tentunya sah-sah saja dalam kehidupan demokrasi kalau misalnya nanti beliau mendukung gagasan tertentu, tokoh tertentu, membantu persatuan bangsa atau memberi motivasi dan arahan kepada relawan atau masyarakat,” ujarnya.
Rencana Jokowi berkeliling Indonesia sebelumnya muncul usai pertemuannya dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, awal Mei lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut menyampaikan kondisi kesehatannya telah pulih hingga 99 persen dan siap kembali menyapa masyarakat secara langsung mulai Juni 2026.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Di Solo, PSI Beberkan Jokowi Bakal Blusukan Keliling Indonesia, Kader 'Gajah' Siap Dampingi
Baca tanpa iklan