Ringkasan Berita:
- Wisatawan asal Austria bernama Jurgen (54) dan Astrid (56) tewas seketika setelah jatuh dari ketinggian 10 meter dan menghantam bebatuan sungai akibat jembatan kayu yang mereka lintasi mendadak ambruk.
- Hasil olah TKP Polres Manggarai Barat mengungkapkan bahwa konstruksi jembatan gantung tersebut sudah goyang, rapuh, serta tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) pengecekan.
- Warga sempat melaporkan kerusakan fasilitas, namun tak ada respon pembenahan.
TRIBUNNEWS.COM - Polres Manggarai Barat melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta setelah dua warga negara asing (WNA) asal Austria tewas pada Minggu (24/5/2026).
Korban bernama Jurgen (54) dan Astrid (56) terjatuh dari jembatan gantung saat berwisata ke Air Terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Tinggi jembatan kayu sekitar 10 meter dari sungai yang dipenuhi bebatuan.
Air Terjun Cunca Wulang merupakan salah satu destinasi alam yang terletak sekitar 30 kilometer ke arah timur dari pusat kota Labuan Bajo.
Objek wisata tersebut menawarkan daya tarik berupa air terjun yang mengalir di antara celah-celah tebing batu.
Pada musim kemarau air yang mengalir berwarna hijau toska yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Untuk mencapai air terjun, wisatawan harus berjalan kaki hingga melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu.
Baca juga: Dalam Sebulan Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat
Wisata Air Terjun Cunca Wulang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Salah satu tokoh pemuda, Feliks Janggu, menjelaskan kerusakan fasilitas jembatan sudah dilaporkan ke Pemkab Manggarai Barat, namun tidak ada perbaikan.
Ia menambahkan pihak desa hanya bertanggung jawab atas kebersihan menuju tempat wisata.
Standar keamanan serta kenyamanan wisatawan perlu diperhatikan.
"Kejadian ini harus disikapi dengan cepat. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan penanganan pasca kejadian. Dengan demikian ke depan wisatawan bisa nyaman ke tempat ini," ucapnya.
Unsur Kelalaian Diselidiki
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menerangkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan kondisi papan jembatan sudah goyang.
Konstruksi pada jembatan kayu rapuh serta tak ditemukan adanya SOP pengecekan jembatan.
“Langkah lanjutan yang kami lakukan antara lain pemeriksaan terhadap Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, pengelola wisata, pihak hotel, hingga koordinasi dengan ahli konstruksi dan Laboratorium Forensik,” ucapnya, Minggu, dikutip dari PosKupang.com.
Baca juga: Dugaan Prostitusi Anak Libatkan WNA, Polda Metro Jaya Belum Temukan Bukti Valid
Sejumlah barang bukti diamankan seperti buku registrasi tamu dan sejumlah dokumen pengelolaan kawasan wisata.
“Kami akan mendalami seluruh aspek, baik terkait standar keselamatan wisata, tanggung jawab pengelolaan fasilitas, maupun unsur kelalaian yang mungkin terjadi. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Kata Saksi
Muhardin selaku pemandu wisata yang menjadi saksi menerangkan kedua korban diantar sopir bernama Julius Mam (45).
Saat berada di jembatan gantung, korban menyerahkan kamera ke pemandu dan meminta diambilkan video.
"Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum hangat ke arah kamera. Mereka sempat meminta saya, 'tolong ambil video kami dari belakang saat kami menyeberang jembatan ini, ya," ucap Muhardin menirukan perkataan korban.
Struktur kayu pada salah satu bagian mendadak patah sehingga korban terjatuh dari jembatan.
"Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang sangat keras. Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total."
"Saya melihat mereka berdua jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang," lanjutnya.
Sebagian artikel telah tayang di PosKupang.com dengan judul Dua WNA Tewas, Polres Manggarai Barat Usut Dugaan Kelalaian Pengelola di Obyek Wisata Cunca Wulang
(Tribunnews.com/Mohay) (PosKupang.com/Aris Ninu)
Baca tanpa iklan