Ringkasan Berita:
- Seekor sapi kurban mengamuk dan menerobos warung kopi di Mempawah, Kalimantan Barat, hingga membuat pengunjung panik berhamburan
- Sapi yang diangkut menuju Pontianak itu lepas dari mobil pickup lalu berlari masuk ke dalam warung sebelum akhirnya berhasil diamankan warga dan pemiliknya
- Polisi mengimbau masyarakat lebih waspada saat mengangkut hewan kurban agar insiden serupa tidak terulang
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK – Seekor sapi kurban mendadak mengamuk hingga menerobos sebuah warung kopi di Jalan Bardannadi, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (25/5/2026) malam WIB.
Peristiwa itu sontak membuat suasana warung menjadi kacau.
Pengunjung yang sedang menikmati kopi panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri setelah sapi berukuran besar tersebut masuk ke area warung.
Berdasarkan keterangan pemilik warung kopi bernama Nurul, sapi tersebut awalnya diangkut menggunakan mobil pickup oleh dua pria yang sedang melakukan perjalanan menuju Pontianak.
Kedua pria itu kemudian berhenti sejenak di warung untuk beristirahat sambil minum kopi.
“Mereka berhenti sebentar untuk istirahat dan ngopi di warung kami. Awalnya kondisi biasa saja, tapi tiba-tiba sapi di atas mobil berontak lalu lepas,” ujar Nurul seperti dikutip dari Tribun Pontianak, Rabu (27/5/2026).
Tak lama kemudian, sapi tersebut melompat turun dari kendaraan dan berlari liar ke arah warung kopi.
Baca juga: 4 Penyebab Sapi Mengamuk Ketika Hendak Disembelih Saat Iduladha, Ini Penjelasan Dokter Hewan
Hewan kurban itu bahkan sempat masuk hingga ke bagian dalam warung sehingga memicu kepanikan para pengunjung.
“Pengunjung langsung lari keluar karena takut. Kami juga sempat kaget dan panik karena sapi masuk sampai ke dalam warung,” lanjutnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun suasana warung sempat ricuh karena warga dan pemilik sapi berusaha mengejar sekaligus menjinakkan hewan yang terus memberontak itu.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran sapi terus melawan dan bergerak agresif.
Setelah beberapa waktu, warga bersama pemilik sapi akhirnya berhasil mengamankan hewan kurban tersebut.
Kapolsek Mempawah Timur, Iptu Imran, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengawasi hewan kurban, khususnya saat proses pengangkutan menuju lokasi penyembelihan.
“Kami mengimbau kepada pemilik hewan kurban maupun panitia kurban agar memastikan keamanan hewan selama proses pengangkutan hingga penyembelihan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Iptu Imran.
Sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto sempat membuat panik pengunjung Masjid Nasional Al Akbar Surabaya setelah mengamuk saat tiba di lokasi pada Selasa (26/5/2026).
Sapi berbobot sekitar 1,1 ton itu diketahui merupakan hewan kurban dari Presiden Prabowo yang dibeli dari peternak asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Baca juga: Si Gemoy Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kalideres Vs Wirobumi Sapi Wapres Gibran di Masjid Istiqlal
Menurut keterangan Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, sapi diduga mengalami stres dan kelelahan setelah menempuh perjalanan lebih dari dua jam menggunakan truk pengangkut.
Saat proses penurunan dari kendaraan berlangsung, sapi tersebut beberapa kali memberontak dan sulit dikendalikan petugas.
Situasi itu membuat sejumlah pengunjung masjid panik dan berlarian karena khawatir sapi akan menyeruduk orang di sekitar lokasi.
“Sapi kemungkinan stres dan kelelahan setelah perjalanan panjang,” ujar Helmy M Noor.
Petugas akhirnya berhasil menenangkan sapi setelah hewan tersebut diikat di bawah tenda khusus dan diberi pakan.
“Alhamdulillah sudah tiba untuk sapi kurban dari Presiden Prabowo,” tambahnya.
Fenomena sapi kurban mengamuk menjelang penyembelihan ternyata bukan hal baru.
Dipicu Stres
Dilansir dari Kompas.com, dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Panjono, menjelaskan bahwa sapi dapat mengalami stres ketika merasa terancam sebelum disembelih.
Menurutnya, hewan ternak juga memiliki rasa takut dan dapat merasakan sakit layaknya manusia. Kondisi itulah yang memicu reaksi agresif.
“Sapi merasa terancam, sehingga berusaha mempertahankan diri dengan cara mengamuk,” jelas Panjono.
Selain faktor stres, perilaku agresif sapi juga dipengaruhi jenis atau breed ternak, pola pemeliharaan, hingga interaksi hewan dengan manusia.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Supratikno, mengatakan karakter setiap sapi berbeda-beda sehingga respons terhadap lingkungan juga tidak sama.
“Perilaku sapi atau hewan kurban itu dipengaruhi oleh breed atau jenis ternak, sistem pemeliharaan, atau interaksi hewan dengan manusia,” ujarnya. (Tribun Pontianak/Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Detik-detik Menegangkan Sapi Kurban Lepas dari Pickup Lalu Seruduk Warkop di Jl Bardannadi Mempawah
Baca tanpa iklan