News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

OTT KPK di Muara Enim

Hanya Pengusung, Partai NasDem Bantah Bupati Muara Enim Edison Merupakan Kader

Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan Calon (Paslon) Edison-Sumarni resmi mengantongi rekom model B1 KWK dari Partai Nasdem sebagai pasangan bakal calon bupati (Cabup) dan bakal calon wakil bupati (Cawabup) Muara Enim 2024 yang diserahkan oleh Ketua Bappilu DPP Partai Nasdem Fauzi Amro kepada pasangan Edison-Sumarni yang didampingi pengurus Partai Nasdem Sumsel dan Ketua Partai Nasdem Muara Enim Kasman di Jakarta, Jumat (23/8/2024).

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG- Partai NasDem mengatakan tidak memiliki kaitan langsung Bupati Muara Enim Edison.

Edison diketahui ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin (8/6/2026).

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan (Sumsel), H. Nopianto mengatakan  partainya hanya mengusung Edison pada Pilkada 2024.

"Selama ini beliau seorang birokrat dari ATR/BPN Palembang, dan NasDem memang salah satu partai pengusung. Kami ingin meluruskan, keliru jika Pak Edison seolah-olah dikatakan kader NasDem dan tidak pernah tercatat sebagai fungsional atau kader, baik langsung maupun tidak langsung, kegiatan dan simpatisan partai," ujar Nopianto kepada wartawan di Palembang, Senin (8/6/2026) malam.

Ia menjelaskan latar belakang Edison murni berasal dari birokrasi. Karena itu, menurutnya tidak ada keterkaitan langsung secara organisatoris dengan Partai NasDem.

"Karena latar belakang murni birokrasi, sehingga tidak ada kaitan langsung. Sampai sekarang terpilih sebagai Bupati tidak pernah terlibat kepartaian dan tidak tercatat di kepengurusan," jelasnya.

Nopianto juga menegaskan soal OTT merupakan kewenangan KPK. Ia hanya ingin meluruskan informasi bahwa Edison pada Pilkada 2024 lalu diusung oleh tiga partai, yakni NasDem bersama PDIP dan Golkar, bukan hanya NasDem.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto mengaku menyayangkan dan prihatin atas peristiwa tersebut. Ia mengingatkan kepada seluruh penyelenggara pemerintah dan negara di Sumsel, jika ini menjadi warning.

"Kami menyayangkan dan prihatin. Ini warning untuk kita semua sebagai penyelenggara pemerintah dan negara, baik eksekutif maupun legislatif, agar tidak melakukan tindakan yang mengarah ke tindak pidana korupsi. Pastinya, kami dukung penuh pemberantasan korupsi dan ini harus jadi pembelajaran bagi pejabat di Sumsel," katanya.

Nopianto mengaku kaget mengetahui persoalan yang menimpa Edison. Ia menyebut mendapat informasi awal dari pemberitaan media.

Baca juga: KPK Amankan Uang Senilai Ratusan Juta dalam OTT Bupati Muara Enim Edison

"Kami terkejut dan tidak tahu permasalahan. Dapat info dari media. Sehingga ini jadi warning untuk tidak melakukan kerugian negara dengan mendukung pemberantasan korupsi dari APH (Aparat Penegak Hukum)," ujarnya.

Edison mengawali kariernya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak tahun 1995. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.

Diusung Tiga Partai

Edison berpasangan dengan Sumarni pada Pilkada Kabupaten Muara Enim tahun 2024. Keduanya diusung tiga partai yakni Partai Nasdem, Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Sumarni diketahui merupakan kader PDIP.

Partai Nasdem saat itu tidak bisa mengajukan calon sendiri karena hanya memiliki empat kursi. Sementara syarat mengajukan calon sendiri adalah memiliki sembilan kursi di DPRD.

Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 114.258 suara atau 38,76 persen dari total suara sah.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini