News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BPBD Pasang CCTV Sensor Gerak untuk Jadi 'Saksi Mata' Fenomena Kebakaran Misterius di Sleman

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Sudah 18 hari lamanya api misterius tiba-tiba muncul di rumah milik Agusyani di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta per Selasa (9/6/2026).

Total sudah ada 118 kali api muncul tiba-tiba di sejumlah titik di bagian rumah sejak, Sabtu (23/5/2026).

Selama itu pula, tak ada saksi mata yang benar-benar melihat detik-detik munculnya api di rumah Agusyani.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman yang telah hadir sejak awal mendampingi korban pun mengambil inisiatif.

Langkah tersebut berupa memasang kamera CCTV yang dilengkapi dengan sensor gerak di dua lokasi strategis.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pemasangan ini dilakukan karena belum adanya saksi mata yang melihat secara langsung detik-detik awal munculnya letupan api yang membakar barang-barang di rumah Agusyani.

"Kami ingin melihat seperti apa toh asal muasal munculnya api itu,"

"Karena belum pernah ada yang melihat secara langsung proses dari terjadinya kemunculan api hingga menyebabkan kebakaran di beberapa spot itu, sehingga (dengan memasang CCTV) kami bisa mendapatkan 'oh ternyata begini prosesnya'," ujar Bambang, Senin (8/6/2026). 

Rekaman tersebut nantinya akan diberikan ke tim ahli untuk dianalisis.

Data visual tersebut tak hanya jadi dokumentasi, namun juga sebagai bukti tambahan untuk penelitian.

Selain itu, CCTV juga dipasang untuk meningkatkan keamanan rumah Agusyani karena banyak orang yang datang ke rumah korban.

PASANG CCTV - Petugas BPBD Kabupaten Sleman memasang kamera CCTV yang dilengkapi sensor gerak untuk memantau munculnya api misterius di rumah Agusyani di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman Senin (8/6/2026).

"Ketika rumah yang terdampak Bu Fia (Agusyani) ini sering dimasuki orang, kalau ada apa-apa kehilangan, atau apa, yang tidak pas bisa termonitor,"

"Termasuk tamu-tamunya siapa saja yang datang bisa termonitor,"

"Dari BRIN, dari UGM semua bisa termonitor," urai Bambang.

BPBD Sleman pun berharap, pemasangan ini bisa menangkap aktivitas anomali atau perubahan termal sekecil apapun.

Hari ke 18

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini