TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua kasus gigitan anjing terjadi di dua wilayah berbeda. Di Bogor, seorang bocah tewas setelah menjadi korban gigitan anjing milik pemburu.
Sementara di Aceh Tengah, teror anjing liar tengah merebak di tiga desa Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah.
Tiga desa itu adalah Desa Arul Gele, Desa Remesen dan Desa Burni Bius.
Baca juga: Lalai Awasi 4 Anjing Saat Berburu, Warga Jakarta Jadi Tersangka Kasus Kematian Bocah di Bogor
Sedikitnya 8 korban luka-luka akibat digigit anjing liar yang diduga kuat terinfeksi virus rabies.
Peristiwa itu terjadi Minggu (7/6/2026) malam dan Senin (8/6/2026) pagi di kawasan permukiman padat penduduk.
Sekretaris Kampung Arul Gele, Ridwan mengatakan, serangan pertama menimpa Yuswandi, Minggu malam.
Informasi adanya warga digigit anjing menyebar cepat di grup WhatsApp.
"Begitu kejadian, kami bersama warga langsung bergerak menyisir dan menelusuri keberadaan anjing itu. Namun, karena kondisi gelap dan medan yang luas serta malam, kami sempat kehilangan jejak," kata Ridwan, Senin (8/6/2026).
Pencarian kemudian dilanjutkan Senin pagi. Sebelum berhasil diamankan, anjing tersebut justru kembali muncul di area permukiman warga dan menyerang korban kedua.
Baca juga: Bocah Tewas Digigit Anjing Pemburu Hutan saat Memancing, Polisi Periksa 8 Saksi
Warga yang mendengar teriakan korban berhamburan ke lokasi kejadian.
"Saat masyarakat mulai berkerumun untuk mengepung dan melumpuhkan binatang itu, anjing yang dalam kondisi sangat agresif tersebut menyerang dan melukai beberapa warga lain yang berada di lokasi," tambah Ridwan.
Guna mengantisipasi jatuhnya korban baru, aparatur kampung bersama warga Desa Arul Gele akhirnya memperluas penyisiran di kawasan sekitar.
Tiga ekor anjing berhasil dilumpuhkan warga. Satu ekor merupakan ‘pelaku’ penyerangan, sementara dua lainnya turut dilumpuhkan karena diindikasikan sudah tertular anjing pertama.
Baca tanpa iklan