News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

SEA Games 2011

DPR Akan Pertanyakan Dana Hilang ke Inasoc dan KONI

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Beberapa orang petugas keamanan tengah bersiaga di pintu masuk ke Jakabaring Sport City yang telah dilengkapi metal detector. Saat ini pengamanan bagi orang yang akan masuk JSC kian diperketat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi X DPR yang membidangi olahraga akan mempertanyakan serta mengusut hilangnya dana APBN untuk pelaksanaan Sea Games XXVI di Palembang dan Jakarta sebesar Rp 411 milliar. Mereka akan menanyakan hal tersebut kepada INASOC dan KONI selaku penanggung jawab Sea Games.

"Iya, akan kita akan pertanyakan itu, diusut, masa pelaksanaan Sea Gamesnya tinggal besok dana belum masuk, 'ngendon' kemana itu,"ujar Anggota Komisi X DPR, Djamal Aziz kepada Tribunnews.com, Kamis (10/11/2011).

Menurut Djamal, Komisi X DPR sama sekali tidak tahu mengenai dana APBN yang hilang tersebut. Dulu, kata Djamal Komisi X DPR hanya mengawasi dan mengetuk palu adanya anggaran untuk Sea Games XXVI itu, penanggung jawab sepenuhnya di Kemenpora dan Inasoc.

"Tugas kita kan mengawasi, dana itu dari Kemenpora dan Inasoc. Kita tinggal dog-dog(ketuk palu) saja,"jelasnya.

Lebih jauh Djamal menambahkan adanya dana yang diduga hilang itu tidak akan menganggu pelaksanaan Sea Games. Hanya saja itu cukup memberatkan panitia daerah.

Mereka harus menombok terlebih dahulu dana-dana guna persiapan ajang pesta olahraga se Asia Tenggara tersebut.

"Kalau begini kasihan Panitia Daerahnya, mereka harus menombok anggaran dulu karena dana APBN belum ada yang masuk. Kasihan orang-orang seperti pak Alex Noerdin harus menalangi terlebih dahulu,"pungkasnya.

Sebelumnya, Dana APBN untuk SEA Games XXVI sebesar Rp 516 M ternyata belum ada yang masuk ke Inasoc maupun KONI/KOI. Tahu-tahu jumlah sudah menyusut tinggal Rp 105 M. Sisa ini juga belum ketahuan 'ngendon' di mana karena belum juga mengucur ke Inasoc/KOI/KONI. Artinya Rp ada 411 miliar yang tidak jelas rimbanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini