TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terkait penanganan kasus Video porno Ariel,
Luna Maya dan Cut Tary, Front Pembela Islam (FPI) akan menunggu
pemeriksaan yang akan dilakukan pada hari ini. FPI juga menunggu janji
kepolisian untuk semaksimal mungkin menjalankan razia VCD porno.
Demikian
dikatakan Habib Salim Bin Umar Alatas, Ketua DPD FPI DKI Jakarta
setelah bertemu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar
di Main Hall Polda Metro Jaya, Senin (14/06/2010).
"Kita lihat
pemeriksaan hari ini apakah Luna Maya akan ditahan atau tidak," imbuh
Habib Salim.
Habib Salim kemudian menjelaskan dari hasil
pertemuan dengan kabid humas, pihak kepolisian mengatakan beberapa
tersangka terkait penyebaran video porno telah ditangkap oleh kepolisian
Jakarta Barat dan Jakarta Utara. FPI terus melakukan gerakan agar kasus
ini terselesaikan seperti mendatangi rumah Luna Maya dan menyeretnya ke
tahanan.
"Mereka sudah terkena UU pornograpi, KUHP dan tindakan
asusila," tutur Habib Salim.
Habib Salim mempunyai pengalaman
dengan Luna Maya, ketika dirinya diwawancara oleh TV One menanggapi film
Rayuan Arwah Penasaran yang dibintangi Rahma Azhari. Ketika itu FPI
memberikan tanggapan bahwa film itu termasuk porno.
"Oh itu FPI,
oh itu FPI," ujar Habib menirukan ucapan Luna Maya saat di studio TV
One.
"Eh ternyata dia juga ikut main," kata Habib
Dari
pengalaman tersebut maka FPI mendesak Luna Maya dan artis lainnya untuk
meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam karena tindakannya yang
melecehkan umat Islam. "Dia (Luna Maya) juga harus meminta maaf kepada
FPI karena ucapannya," tandasnya.
Habib Salim: Luna Maya Harus Minta Maaf Kepada FPI
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan