Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Alya Rohali, Putri Indonesia 1996 itu, mengaku sangat senang menulis. Baginya, menulis merupakan kegiatan positif yang bisa mencurahkan seluruh isi hatinya. Namun, untuk melakukannya bukanlah perkara mudah.
"Sebenarnya saya senang menulis. Kalau dulu suka banyak inspirasi, tapi ya terkadang dulu masih terpaku dengan teori. Jadi, kadang-kadang kebanyakan mikir, malah jarang nulis," ujarnya, saat ditemui dalam acara Sahabat Perempuan Indonesia, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat.
Alya menuturkan bahwa ia pernah kepincut menulis cerita pendek (cerpen) untuk sebuat majalah. Kebetulan, saat itu memang ada perlombaan menulis cerpen. Tetapi, ibu tiga anak itu, ternyata kebingungan harus mulai dari mana.
Namun, gairah menulisnya akhir dapat diwujudkan saat diminta terkait pembuatan buku '123 Puisi Perempuan Indonesia' yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Di situlah ia mendapatkan ladang baru untuk mengekspresikan dirinya.
Apakah ada keinginan untuk serius menjadi seorang penulis? "Saya belum kepikiran, walaupun sebenarnya pengin. Ada jiwanya juga. Tapi ya, ada penghalang juga. Dan, kayanya sudah telat juga ya," tandasnya.
Seandainya, Alya pernah mendengar ucapan Pramoedya Ananta Toer, bisa lain ceritanya. "Tulislah apa saja dan dari mana saja," demikian nasihat penulis tetralogi 'Bumi Manusia' itu.
Baca tanpa iklan