News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jiwa WS Rendra di Tengah Konser Kantata Barock

Penulis: Willem Jonata
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Musisi Iwan Fals menampilkan performanya dalam konser Kantata Barock bersama Setiawan Djodi, Sawung Jabo, dan yang lainnya, di Satdion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (30/12/2011). Kantata kembali melakukan konser reuninya di Jakarta, sekaligus melakukan penghormatan terhadap almarhum WS Rendra. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Iwan Fals, Setiawan Djodi, dan Sawung Jabo seperti bertemu kawan-kawan lama. Dalam konser musik Kantata Barock di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (30/12/2011) mereka menyapa para massa Kantata Takwa yang sudah menunggu 21 tahun lamanya, di tempat yang sama. Romantisme masa lalu membuncah.

Minus almarhum 'Si Burung Merak' WS Rendra, almarhum Inisisri, serta Yockie Suryoprajogo, ketiga personel Kantata Takwa yang kini tampil dengan nama Kantata Barock itu, kemudian meluapkan kerinduannya setelah 21 tahun absen mengadakan pertunjukkan di GBK.

"Dua puluh satu tahun lalu, siapa yang di sini? Kita kangen kalian semua. Sekarang, kita resolusi sosial dan menghibur saudara-saudara sekalian," seru Setiawan Djodi, Jumat, (30/12/2011), di atas panggung. Serta merta puluhan ribu penonton bersorak.

Pria bernama lengkap Willibrordus Surendra Bawana Rendra itu, memang sudah tidak lagi bersama mereka. Ia meninggal dunia pada Agustus 2009 silam. Kendati demikian, dengan suara lantang Djodi menyerukan bahwa jiwa sahabatnya itu masih ada. "Jiwanya tetap bersama kita," pekiknya.

Satu per satu lagu-lagu lawas Kantata Takwa dimainkan. Suasana dari awal konser langsung panas. Mereka menggebrak panggung dengan nomor 'Nocturno', 'Goro-goro', 'Partai Bonek', 'Ballada Pengangguran, kemudian dilanjutkan dengan prolog tribute to Rendra ke setiap sudut ruangan stadion. "Kecoooaaa!!!"

Lagu-lagu sarat kritik sosial itu cukup memekakkan telinga. Puluhan ribu penonton mulai mengalami sebuah fase transendental. Mereka berjoget dan menyanyi sambil memejamkan mata. Mereka larut ke dalam alunan musik yang sangat emosional.

Sayatan gitar Djodi masih garang. Meskipun ia sempat dilanda penyakit keras yang membuatnya harus beristirahat 2 tahun lamanya setelah menjalani perawatan di Singapura. Semangatnya tidak pudar. Iwan Fals berusaha mengimbangi sayatan gitarnya itu hingga suaranya betul-betul.

Lagu berjudul 'Kemarin dan Esok', 'Megalomania', dan 'Badut' telah membuat suasana semakin memanas. "Ini kisah hidup di negara calo, bangga lagi. Dasar badut," celetuk Iwan sebelum lagu Badut itu dinyanyikan. Petugas pemadam kebakaran terpaksa turun tangan. Mereka membawa selang dan menyemprotkan galonan air ke arah penonton.

Dasar musisi berpengalaman, Djodi, Fals, Jabo, serta musisi pendukung macam Dodi Katamsi dan Toto Towel memang sangat pandai mengatur tempo. Tembang 'Mata Dewa' lantas mengalun lembut seperti menyapa jiwa penonton yang kegerahan.

Kantata Barock semalam membawakan 22 lagu secara berkesinambungan. Pertunjukan itu semacam fragmen yang sudah dipersiapkan matang disertai pertunjukan teatrikal besutan Sawung Jabo. Tak pelak, 'Kesaksian' menjadi penguhujung pertunjukan yang syahdu. Jiwa WS Rendra betul-betul ada!!!

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini