News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cornelia Agatha Luapkan Ego dalam Pementasan Korla

Penulis: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cornelia Agatha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Cornelia Agatha menunjukkan egoismenya, melalui pementasan monoplay bertajuk 'Korla', yang digelar pada 21 April 2012 di Sampoerna Strategic Square Ballroom.

Monoplay merupakan sebuah pementasan tunggal yang menyerupai monolog, dengan sejumlah pendukung sebagai atribut. Dalam pertunjukan itu, Cornelia mengeskporasi dirinya sendiri di atas panggung.

"Ada nyanyi dan menari, kemudian melibatkan penari, penyanyinya ada Tompi juga. Banyak ornamen. Tapi, tetap sebagai aktor fokus ke aku. Kalau ada tokoh-tokoh di situ, mereka dilarang berdialog," jelasnya saat ditemui di Cilandak Town Square, Kamis (12/4/2012).

Cornelia bertindak sebagai pemain sekaligus sutradara. Menurutnya, perjalanannya di dunia teater selama ini menjadi cermin, pemicu, sekaligus semangat, bahwa dirinya harus belajar menjadi sutradara.

"Karya ini adalah debut saya sebagai sutradara. Sekaligus pertama kali sebagai pertunjukan tunggal," imbuhnya.

Maka, pertunjukan itu menjadi tantangan berat bagi ibu dua anak. Namun, Cornelia yakin pembelajaran itu membuatnya semakin dewasa di dunia teater.

Korla adalah tokoh imajinatif yang bermukim di kepala Cornelia sejak kecil. Makanya, ia ingin merealisasikan tokoh tersebut dalam pementasan monoplay.

Korla mengisahkan seseorang yang selalu ingin memilih jalan hidupnya sendiri. Namun, kebebasan yang dia imajinasikan selalu bertentangan. Bukan dari pihak luar, tapi justru dari dalam dirinya.

Maka, terbangun lah cerita tentang perlawanan terhadap dirinya sendiri, sampai harus berurusan dengan rehabilitasi kejiwaan. Kisah Korla tentu saja dibumbui aroma percintaan. Itulah skenario yang ditulis oleh Tommy F Awuy.

"Aku kepengen ini yang ringan, apalagi kalau bukan soal cinta. Tommy yang suka kritik drama, seni, kritik, gue juga. Aku merasa, yang ringan tetap enggak ecek-ecek juga. Jadi maunya bikin cinta, tapi itu bergantung aku mengemasnya," papar Cornelia.

Korla, lanjutnya, bisa dibilang korban laki-laki. Dua kali Korla telah dikecewakan pria yang pernah mengisi hidupnya.

Sepintas nama Korla mirip akronim nama wanita kelahiran Jakarta, 11 Januari 1973. Namun, Cornelia berdalih hal itu kebetulan belaka.

Cornelia mengaku, pertunjukan nanti bakal didukung penuh oleh suaminya, Sonny Lalwani. Sonny terlibat sebagai produser. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini