News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iga Mawarni Bikin Pecinta Jazz Bromo Histeris

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM,PROBOLINGGO - Suasana sekitar pegunungan Bromo kemarin sama sekali tak menakutkan seperti yang terjadi beberapa waktu silam ketika statusnya dinyatakan Siaga. Tak ada asap dan hujan pasir yang mengancam keselamatan manusia maupun satwa lain.

Suasana yang terlihat Jumat (6/7/2012) justru meriah. Meski awan menggantung di sekeliling dataran pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut tersebut, namun ribuan massa penggemar jazz justru terlihat santai lesehan di hamparan rumput di depan Java Banana Hotel di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Dingin kawasan Gunung Bromo yang menyelimuti para jamaah jazziyah (begitu ada yang menyebut penggemar jazz) terhapus oleh komposisi yang disuguhkan para musisi di panggung Jazz Gunung 2012 yang digelar kemarin serta Sabtu (7/7/2012) hari ini.

“Yang datang berpasangan ini pasti senang. Saat seperti ini mendukung romantisme, jadi gandengannya makin erat,” begitu goda penyanyi Iga Mawarni sebelum menghibur lewat lagu andalannya Kasmaran.

Bulan yang menghilang dari langit malam itu pun jadi obyek Iga untuk berinteraksi dengan penonton.

“Beda dengan saat check sound hari Kamis lalu, terlihat bulan di sana. Tapi, malam ini entah sembunyi di mana. Karena itu, mari bernyanyi bersama agar rembulan hadir di tengah kita,” candanya sambil melantunkan lagu karya AT Mahmud, Ambilkan Bulan Bu.

Sebelumnya, panggung diisi permainan Djaduk Ferianto yang kolaborasi dengan dalang Slamet Gundono. Acara semalam ditutup sajian duo ayah-anak Benny & Barry Likumahua.

Jazz Gunung yang digagas Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Djaduk Ferianto ini adalah salah-satu pagelaran musik jazz berkelas yang digelar tahunan di Indonesia selain Jak Jazz dan Java Jazz. Namun, Jazz Gunung memiliki keunikan tersendiri. Selain menampilkan komposisi jazz bernuansa etnik, acara ini digelar secara tetap di daerah pegunungan Bromo yang sejuk-dingin.

Kekhasan inilah yang tampaknya masih jadi magnet penikmat musik Jatim untuk pagelaran yang tahun ini merupakan keempat kalinya. Seribu tiket yang disediakan panitia untuk Jumat (6/7/2012) dan Sabtu (7/7/2012) ludes terjual untuk acara yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB itu.

Jazz Gunung disajikan di area bekas perkebunan dan masih di kawasan Java Banana Hotel. Panoramanya sangat memikat karena persis berada di tebing dengan latar belakang rerimbunan pohon cemara.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini