News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Novelis Haruki Murakami Inspirasi Maylaffayza

Penulis: Willem Jonata
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Violis wanita, Maylaffayza Permata Fitri Wiguna atau yang biasa dipanggil Maylaffayza saat menghadiri jumpa pers mengenai penyelenggaraan Jakarta Sports Week yang akan diadakan mulai tanggal 21 hingga 30 September mendatang, di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2012).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua tahun belakangan, Maylaffayza menggeluti olahraga lari. Saking keranjingan, ia bahkan turut menggagas sebuah komunitas lari Indorunners. Namun, siapa sangka, violis kondang itu, awalnya sangat membenci olahraga tersebut. Bagaimanakah ia memulai ketertarikannya?

Haruki Murakami, penulis terkenal negeri Sakura, Jepang itu, menjadi orang yang paling bertanggungjawab mengubah hidupnya. Buku memoar berjudul "What I Talk About When I Talk About Running" yang ditulis Murakami, rupanya membuat wanita berusia 36 tahun itu, terprovokasi untuk menyukai olahraga lari.

"Kenapa berlari, dulu saya suka olahraga, kecuali lari. Saya paling benci. Tapi saya mulai lari tahun 2009, setelah baca buku memoar novelis Jepang, yang juga seorang pelari jarak jauh, Haruki Murkami. Dia buat buku khusus tentang lari. Kita terinspirais setelah membaca buku itu," terangnya, saat ditemui di FX Sudirman, Senayan, Jakarta.

Saat membaca buku tersebut, Maylaffayza jadi tergugah. Ia melihat banyak kesamaan pola pikir dengan Murakami. Dalam buku itu, Murakami memaparkan ketertarikannya dengan lari, berikut pengalamannya selama menekuni olahraga tersebut dengan sangat filosofis.

"Saya merasa, saya violis dan dia novelis, punya pola pikir yang hampir sama. Saat itu, saya mulai lari, latihan (lari) di gym dua bulan hanya bisa tiga menit. Besoknya, tambah terus tiap menit. Saya berlatih interval. Setelah membaca, saya latihan tanpa target, tanpa tekanan, akhirnya saya bisa," ucapnya.

Berbeda jauh dengan sebelumnya. Dulu, kenang Maylaffayza, hampir setiap pelajaran olahraga di sekolah membuatnya terasa hampir pingsan. Sekarang, ia malahan menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini