News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Inilah 10 Seniman yang Diganjar Bentara Budaya Award 2012

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Komisaris Kompas Gramedia, Jakob Oetama, memberi sambutan saat menerima kenang kenangan dari sejumlah seniman Yogyakarta di dampingi Patung Lilin Pak Jakob pada peringatan 30 Tahun Bentara Budaya di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (26/9/2012). Peringatan 30 tahun lembaga kebudayaan milik Kompas Gramedia mengangkat tema besar Slenco untuk melihat Indonesia dari sisi hati nurani. (TRIBUN JAKARTA/Bian Harnansa)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Bentara Budaya memberikan penghargaan Bentara Budaya Award kepada 10 seniman dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangkaian peringatan HUT Bentara Budaya ke-30 di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Kesepuluh orang itu adalah Ni Nyoman Tanjung (Bali), Anak Agung Ngurah Oka (Bali), Pang Tjin Nio (Jakarta), Rastika (Cirebon), Sitras Anjilin (Magelang), Sulasno (Tukang Becak dan Pelukis Yogyakarta), Mardji Degleg (Jawa Timur), Dirdjo Tambur (Yogyakarta), Hendrikus Pali (NTT) dan Zulkaidah Harahap (Sumut). Penghargaan yang diberikan ini berupa trophi dan uang tunai Rp 20 juta.

Mereka dipilih oleh Dewan Kurator Bentara Budaya berdasarkan kriteria seniman yang masih aktif berkarya, kurang mendapatkan perhatian dan penghargaan dari publik namun karyanya fenomenal.

"Kecintaan dan kerja keras seniman di berbagai wilayah dan ranah suku bangsa itu sangat kita hargai karena besar manfaatnya bagi komunitas setempat maupun di luar komunitas mereka sendiri," tutur Hariadi Saptono Direktur Eksekutif Bentara Budaya, Rabu (26/9/2012) malam.

CEO Kompas Gramedia Agung Adi Prasetyo menyatakan, institusi Bentara Budaya memang harus dikembalikan manfaatnya bagi masyarakat luas. Bentara budaya menyediakan akses, perhatian dan penghargaankepada masyarakat luas atas kreativitas dan inisiatifnya mengembangkan gagasan dan karya mereka.

Presiden Direktur Kompas Gramedia, Jakob Oetama, pemberian penghargaan ini merupakan peristiwa yang cukup mengharukan.

"Ibaratnya mutiara lama ditelantarkan, satu dua orang mengenal. Padahal para ahli merefleksikan dalam bidang seni luar biasa patut mendapat penghargaan," tuturnya. (Eko Sutriyanto)

Baca artikel menarik lainnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini