News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Artis Terjerat Narkoba

Raffi Ahmad, Bibir Tersenyum Tapi Hati Menangis Pilu

Penulis: Willem Jonata
Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan artis Melly Goeslaw dan Anto Hoed diwawancarai wartawan seusai menjenguk rekannya di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/1/2013). Melly beserta suami menjenguk rekannya, Raffi Ahmad yang tengah diperiksa BNN. WARTA KOTA/ANGGA BN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Raffi Ahmad selalu tampak ceria di hadapan teman-teman yang mengunjunginya di tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN). Itulah kesan Sammy Simorangkir usai menjenguk sahabatnya itu.

Tetapi, Sammy yakin dalam benak presenter kondang itu, pasti menangis. Bibirnya menebar senyum tapi hati Raffi menangis pilu.

"Kesedihannya ya standarlah. Mau dia ceria apapun, pasti hatinya menangis, sedihlah. Itu kelihatan dari matanya," ucapnya, Rabu, (6/2/2013), saat ditemui di kantor BNN.

Ia tahu perasaan Raffi karena pernah mengalami hal serupa. Beberapa waktu lalu, ia pernah diciduk polisi karena kasus narkoba. Ia ditahan dan kemudian menjalani proses hukum di pengadilan. Kemudian, ia melewati hari-harinya di pusat rehabilitasi.

Bahkan, bekas vokalis Kerispatih tersebut sempat merasa ditinggalkan oleh teman-temannya. Padahal, ia membutuhkan dukungan mereka. Karena itu, ia sangat kecewa dengan teman-temannya tersebut.

"Sekarang saya bukannya enggak mau berteman sama yang lain-lain. Tapi, mending kenal dengan keluarga, manajer, dan teman-teman biasa," tandasnya.

Tetapi, Raffi lebih beruntung. Sebab, teman-temannya tetap memberikan semangat dan dukungan penuh kepadanya. Nyaris setiap hari sejumlah artis datang ke kantor BNN.

Klik foto-foto ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita di BNN.

Baca Artikel Menarik Sebelumnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini