Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hanung Bramantyo paling tidak bisa apabila menyutradarai film pesanan orang lain. Karena mengerjakan pesanan orang lain membuat kreativitasnya merasa dibatasi. Ia juga kadangkala terbentur idealisme.
"Setiap buat film itu saya selalu kepentok idealisme. Makanya dalam film ini, saya mencoba bebas," ucapnya, ditemui semalam di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Itulah kenapa setelah 2,5 tahun ia bisa menerima ide dari istrinya, Zaskia Adya Mecca untuk membuat film hijab. Ternyata ia baru menemukan celah yang membuat kreativitasnya untuk ide cerita jadi menarik.
"Saya dapat celah yang unik, hijab bukan lagi gerakan religius lagi, tapi gerakan kebudayaan. Sekarang hijab sebagai lifestyle," lanjutnya.
Film ini merupakan film pertama Hanung yang digarap sendiri di rumah produksi miliknya, Dapur Film. Ia juga bekerjasama dengan Ampuh Entertainmen dalam hal biaya.
"Saya lihat kharisma Mas Hanung, anak muda berbakat sekali, dia harus didukung dalam bisnis nasional dan mandiri, dia merupakat aset negara di bidang entertaimen. Anak bangsa perlu saya dukung agar bisa mandiri dan membantu kemajuan bangsa," ucap Komisaris Ampuh Entertainment, Alim Sugiantoro
Meski demikian Ampuh Entertainment menyerahkan sepenuhnya terkait proses pembuatan film kepada Hanung. Mereka percaya Hanung dapat memberikan sentuhan yang baik pada film tersebut.
"Segalanya, dari cerita, pemain kami serahkan ke Mas Hanung, karena lebih paham," ucapnya.
Mengenai target sendiri, Ampuh Entertainment rupanya tidak muluk-muluk. "Yang penting film ini bagus, dapat memberikan pesan dalam kehidupan sehari-hari," timpal Ceo Ampuh Entertainment, Harry Tanujaya.
Baca tanpa iklan