TRIBUNNEWS.COM - Bulan Mei tahun 2013 lalu aktris Hollywood papan atas ini memutuskan untuk melakukan operasi masektomi. Dampaknya ternyata cukup besar bagi para perempuan. Tahukah Anda bagaimana The Angelina Effect, respon dunia saat Angelina Jolie angkat payudaranya?
Jolie dengan berani memutuskan untuk mengangkat kedua payudaranya ketika ia didiagnosis positif mengidap mutasi gen BRCA1. Mutasi gen yang satu ini membuat seseorang memiliki resiko lebih besar untuk terkena kanker payudara.
Pada tahun 2012, hanya 1.981 tes yang dilakukan oleh para perempuan di Inggris untuk mendeteksi mutasi gen berbahaya ini. Akan tetapi pada periode yang sama di tahun 2013 terjadi peningkatan jumlah tes yang signifikan setelah kasus Jolie. Sekitar 20 klinik lebih melakukan tes pada 4.847 perempuan.
Jurnal Penelitian Kanker Payudara menyebut fenomena respon dunia saat Angelina Jolie angkat payudaranya ini sebagai The Angelina Effect. Penampilannya yang tetap glamor dan kuat dalam menghadapi penyakit ini membuat Jolie berhasil menciptakan kesan mendalam pada masyarakat.
Sosok Jolie membuat para pasien tak takut lagi kehilangan identitas seksual paska operasi masektomi. Kaum perempuan yang sebelumnya tak memiliki masalah kesehatan pun jadi terdorong untuk berani proaktif melakukan tes preventif penyakit kanker payudara tersebut.
The Angelina Effect, respon dunia saat Angelina Jolie angkat payudaranya ini sendiri merupakan hal yang sangat positif. Mengapa? Kanker payudara adalah kanker yang paling sering ditemui pada perempuan. Tahun 2012 saja ada 521.000 perempuan yang meninggal akibat penyakit ini.
Jadi wahai perempuan, tak ada salahnya terkena The Angelina Effect dan segera memeriksakan kesehatan payudara Anda. Yuk! (Foxnews/ Lila Nathania)