TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak hanya mengklarifikasi penyebutan inisial RF dalam daftar artis dan model yang disebut terlibat jaringan prostitusi yang dikendalikan mucikari Robby Abbas alias RA, pedangdut Roro Fitria ternyata punya maksud lain.
Dia melawan pendiskriminasian terhadap dirinya diberbagai media sosial dengan berbagai "meme" lelucon tentang dirinya terkait prostitusi online.
Artis yang belakangan kerap memamerkan hartanya itu menyebutkan ada seorang oknum yang memberikan meme atau anekdot di media sosial langsung dilaporkan ke pihak Polda Metro Jaya.
Roro sempat memperlihatkan "meme" di handphone kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga.
Dalam video itu terlihat wanita cantik sedang menggunakan handphone dan terkaget-kaget.
"Kami akan laporkan oknum berinisial F," tuturnya.
Menurutnya, dengan beredarnya inisial RF sangat merugikan dirinya.
Alhasil, kesimpangsiuran kabar itu langsung ingin dia klarifikasi terhadap pihak yang berwajib yaitu Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan.
"Saya tidak suka ada yang mengaitkan, dengan anekdot dan lucu-lucuan di media sosial. Jadi saya akan terus berjuang. Bagi temen-temen artis, jika anda benar maka harus fight," kata wanita yang menggunakan kemeja berwarna merah itu.
Sebelumnya, Roro meluangkan waktu bertemu dengan Robbie Abbas alias RA (32), tersangka kasus praktik prostitusi.
Pertemuan dilangsungkan di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Senin (18/5/2015) pagi.
Dia mengklarifikasi tercantumnya inisial RF dalam sebuah daftar nama 17 artis dan model beserta tarif harga.
Daftar nama tersebut tersebar luas di media sosial.
"Saya sangat dirugikan dalam hal ini simpang siurnya berita inisial. Saya merasa tidak nyaman. Saya menyempatkan waktu ke sini hanya untuk mengklarifikasi ini dan langsung bertemu RA," ujar Roro Fitria di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (18/5/2015).
Dia menilai langkah yang diambilnya tersebut merupakan bukti nyata tidak ada ikatan apapun kenalpun.
Dalam hal ini, dia tidak merasa takut. Bagi, dia harga diri itu mutlak.
"Saya tidak suka jika masih dikaitkan dan memberikan anekdot ataupun lucu-lucuan di media sosial. Nama baik dan kehormatan di negara ini harus didahului. Hal ini juga sudah diatur," ujarnya.
Dia berharap semoga apa yang dilakukannya dapat menginspirasi teman-teman semua.
Apabila benar ya fight, tetapi kalau diam-diam saja mungkin anda salah.
"Kalau saya Insya Allah benar ya saya fight karena saya mendapat kerugian," tambahnya.
Roro senang karena pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan telah menyatakan bahwa dia tidak ada sangkut pautannya dengan prostitusi artis yang dianggap sebagai kelas jetset di kalangan artis dan model yang dinaungi oleh RA.
Namun, pihaknya akan melaporkan seseorang berinisal F karena mencemarkan nama baik di media sosial ke Mapolda Metro Jaya.
"Jadi, tadi sudah terkonfirmasi di Reserse Jakarta Selatan. Dari Kasatserse, tidak ada sangkut pautannya Roro Fitria dengan kasus prostitusi itu dan inisial serta harga yang beredar bukanlah dari pihak kepolisian," ucap Roro setelah bertemu dengan Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru.
Dia mengaku, senang dengan konfirmasi dari pihak kepolisian.
Pasalnya, itu merupakan harga diri dari model majalah pria dewasa itu.
Pemberitaan di media massa terkait inisial dan tarifnya yaitu RF dengan tarif Rp 60 juta menyudutkan dirinya.
"Saya senang sekali, statement dari Kasatserse, maka saya mohon, pemberitaan ini tidak dilanjutkan karena itu merupakan sebuah fitnah," tuturnya.
Dia pun mengaku belum bisa bertemu sang mucikari RA (32).
Hal ini karena dirinya tidak ada sangkutpautannya dengan kasus prostitutsi kelas jet set itu.
Sehingga, pihak kepolisian tidak bisa mengizinkan Roro berkomunikasi dengan RA.
"Nama-nama artis dengan tarif bukanlah dari pihak kepolisian," ucapnya.
Baca tanpa iklan