News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilkada Serentak

Ini Alasan Suami Arumi Bachsin Lebih Melirik Kursi Bupati Trenggalek

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan selebritis Arumi Bachsin (kiri) dan Emil Dardak (kanan) saat memberikan keterangan terkait kelahiran putri pertama mereka di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014). Putri pertamanya lahir pada minggu dinihari 13 April 2014, dengan berat 2,1 kilogram dan panjang 45 sentimeter. (Tribunnews/Jeprima)

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Emil Elistianto Dardak memutuskan tak jadi maju di Pemilihan Kepala Daerah Kota Depok 2015. Suami artis Arumi Bachsin ini lebih memilih maju di Pilkada Trenggalek yang digelar dalam waktu yang bersamaan dengan Depok.

Menurut Emil, alasan utamanya memilih maju di Trenggalek ketimbang Depok disebabkan kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah daerah asal orangtuanya. Ia menganggap akan lebih baik apabila mengabdi untuk membangun daerahnya sendiri.

"Trenggalek tanah leluhur saya. Saya ingin membangun daerah saya. Lebih baik mengabdi di daerah," ujar dia kepada Kompas.com, Senin (27/7/2015).

Emil resmi mendaftarkan diri sebagai calon bupati Trenggalek pada Senin kemarin. Ia menggandeng pengusaha muda Mohammad Nur Arifin. Mereka diusung oleh tujuh partai, yakni PDIP, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura.

Pada waktu yang sama, PDI-P juga telah mengusung Dimas Oky Nugroho sebagai bakal calon wali kota Depok. Dimas maju didampingi Babai Suhaimi. Mereka didukung oleh tiga partai lainnya, yakni PAN, Nasdem, dan PKB.

Emil mengaku antusias dengan dicalonkannya Dimas. Ia berharap anggota tim di Kantor Staf Kepresidenan itu dapat terpilih menjadi Wali Kota Depok. Sebab, ia menilai Dimas merupakan figur yang tepat untuk memimpin Depok.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil survei masyarakat di Depok mendambakan pemimpin yang muda dan punya latar belakang pendidikan yang mumpuni. Emil menilai kriteria itu ada pada Dimas.

"Dimas orangnya tidak pernah mengekspose diri, tidak pernah promosi, tapi mumpuni. Doktor, usianya masih muda masih kepala tiga, akademisi di Unair, dan salah satu tim di Kantor Staf Kepresidenan," ujar Emil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini