News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Artis Terjerat Narkoba

Elma Theana Ungkap Kapan 'Aspat' Diberikan di Penghuni Padepokan Aa Gatot

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Elma Theana bersama pengacaranya ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis peran Elma Theana mengaku tak tahu mantan guru spiritualnya, Gatot Brajamusti, menggunakan sabu untuk terapi di padepokannya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah, ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba oleh Polda Nusa Tenggara Barat.

"Kalau saya tahu dari awal ada narkoba, ya saya enggak mau di situ. Kalau saya tahu saya dikasih sabu saya juga enggak mau ke situ. Orang kita tahunya bilangnya aspat," kata Elma seusai mengisi acara di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

"Kalau saya dari awal tahu dicekokin sabu, saya enggak mau. Dulu kan dibilangnya aspat," Elma menegaskan.

Ia menambahkan, penggunaan aspat di padepokan Gatot bukanlah hal yang aneh. Namun, aspat tak digunakan setiap hari, tetapi hanya pada hari-hari ganjil.

"Aspat bukan sesuatu yang disembunyikan di sana. Kami memang diberikan. Bukan sesuatu yang kami makan kayak orang nyabu. Cuma sekalilah. Enggak terus-terusan," kata Elma.

Lanjut istri Julianda Barus itu, berdasarkan penjelasan Gatot kepada penghuni padepokan, aspat dipakai sebagai media menyatukan jin dengan manusia.

"Seperti mediasi untuk  kita berhubungan dengan jin itu. Untuk jinnya masuk ke badan kita. Memang makanan jin," kata Elma.

"Waktu itu ceritanya, dia mau mengarahkan gimana jin bisa menyatu dengan manusia untuk sama-sama belajar. Dia itu penguasa jin, jadi jin dan manusia dipersatukan biar saling belajar," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sriyanto, mengatakan bahwa Reza Artamevia tak tahu bahwa yang ia gunakan adalah barang haram.

"Dia itu enggak tahu kalau itu barang haram. Dia tahunya 'asmat' itu sejenis stimulan, dia pakainya enggak tahu. Itu kan pakainya bareng-bareng di satu tempat dan barang itu kan dibakar, jadi dia enggak tahu itu barang apa," kata Sriyanto.

Andi Muttya Keteng Pangerang/Kompas.com

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini