News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Sys NS: Kalau Disuap Lalu Memilih yang Beri Suap, Dosa Dunia Akhirat

Penulis: Regina Kunthi Rosary
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sys NS ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, baru-baru ini.

Sys NS: Saya Harap Orang Memilih Jangan Karena Disuap

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi Rosary

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio alias Sys NS berharap warga memilih calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta mendatang bukan lantaran disuap.

"Saya harap, orang memilih jangan karena disuap, jangan karena apa. Dosa. Kalau disuap, lalu memilih yang memberi suap, dosa dunia akhirat, dia akan dilaknat di neraka. Ingat itu," tuturnya.

Ketika itu ia ditemui usai menyaksikan langsung Debat Publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Sementara itu, terkait debat putaran kedua tersebut, menurut Sys NS, semakin terlihat perbandingan antara para pasangan calon yang dapat dinilai oleh warga DKI Jakarta.

"Jelas sekali perbandingannya, perbedaannya, pengalamannya, yang mana yang baik dan buruk. Jelas sekali semuanya dan warga Jakarta, saya pikir, sudah sangat cerdas, hatinya waras. Jadi, dia akan memilih yang baik dan benar," ujar Sys NS.

Dirinya pun mengatakan akan kembali menghadiri debat berikutnya untuk menyaksikan kebolehan pasangan calon yang didukungnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, dalam memaparkan visi dan misi.

"Insya Allah, datang lagi, menyaksikan kehebatan-kehebatan orang-orang yang hebat. Hebat benaran karena cerdas, hebat benaran karena sirik, hebat benaran karena jahat. Jadi, kelihatan sekali mana orang pintar, mana orang keminter, mana orang yang nggak benar," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini