TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Java Jive menjadi satu dari segelintir grup musik tahun 1990-an yang masih eksis hingga saat ini.
Bahkan, grup band yang digawangi oleh Capung, Noey, Tony, Edwin, Fatur, dan Danny itu tidak pernah gonta-ganti personel.
Danny menceritakan kebersamaan yang terjalin selama 23 tahun belakangan membuat para personel Java Jive menjadi tidak sekadar bermain musik. Danny percaya Java Jive layaknya sebuah keluarga yang saling mengerti satu sama lain.
"Jadi kita udah bukan temen lagi. Dulu kita band of players, jadi ikatan pemain. Tapi sekarang kita bergeser selama 23 tahun menjadi band of brothers, ikatan persaudaraan gitu. Mungkin itu yang bisa bikin kita bertahan," ujarnya saat ditemui di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2017).
Danny mengibaratkan apa yang dirintis olehnya dan kawan-kawan tahun 1993 bersama Java Jive, layaknya sebuah investasi. Saat ini mereka pun sedang menikmati keuntungan dari saham yang telah ditanamkan puluhan tahun silam.
"Kita udah berinvestasi 23 tahun yang membuat kita ini belum ganti personel. Kalau kita taruh duit di bank 23 tahun, itu udah tinggal nikmatin devidennya. Nah, Java Jive pun sama, secara ekonomi kita lagi nikmati hasil investasi kita selama 23 tahun," tuturnya.
Personel lainnya, Capung, menceritakan apa yang mereka jalani sejak dulu hingga sekarang merupakan bagian dari garis hidup mereka.
Menurutnya, musik adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Java Jive.
"Kita enggak bisa jadi accounting, enggak bisa jadi pemain saham. Kata orang Jawa ya harus nrimo dulu karena itu (musik) udah jadi bagian hidup kita," ucapnya. (*)
Baca tanpa iklan