TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Aktor Tora Sudiro (44) dan Vino G Bastian (35) kembali bertemu di sebuah film setelah sukses mengantarkan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! (2016) sebagai salah satu film terlaris negeri ini.
Disela kesibukan syuting film mereka masing-masing belakangan ini, Tora dan Vino kembali mengenalkan film lama rasa baru berjudul Hoax yang ditayangkan perdana di bioskop Indonesia mulai 1 Februari esok.
Sebelum menjadi Film Hoax, film yang digarap sutradara Ifa Ifansyah ini berjudul Rumah dan Musim Hujan.
Jauh sebelum jadwal pemutaran Film Hoax di bioskop itu diterima Tora dan Vino sebulan lalu, Rumah dan Musim Hujan sering diputar Ifa di berbagai festival film mancanegara.
Saat berbincang di Kantor Redaksi Warta Kota, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2017) sore, Vino masih mengingat, syuting film tersebut dilakukannya bersama Tora, juga Tara Basro (27), Aulia Sarah, hingga Jajang C Noer, serta Landung Simatupang medio 2012.
Syuting film itu dilakukan selama dua minggu di satu rumah di sekitar kawasan Keraton Yogyakarta.
Rumah dan Musim Hujan pernah diputar pada 2013, dan sekarang akan segera diputar kembali di bioskop.
“Meski judulnya berubah, saya rasa, cerita filmnya tidak banyak berbeda dan tetap kekinian,” kata Vino.
Sambil sesekali mengerinyitkan dahinya, Tora terus berupaya mengingat momen-momen saat proses produksi film tersebut dilakukan.
“Gue datengnya pas Tara (Basro) syuting di rumah kecil, dan hanya enam hari syutingnya, nggak selama Vino yang sampai dua minggu,” ujar Tora.
Vino menjelaskan, Ifa hanya memakai dua rumah; satu berukuran besar, dan rumah lainnya berukuran kecil, sebagai lokasi syuting Rumah dan Musim Hujan. Hanya itu tempat pengambilan gambar.
Vino lebih banyak syuting di rumah besar, dan Tora di rumah kecil.
Baca: Sudah 19 Hari Mendekam di Penjara, Ini Aktivitas Jennifer Dunn
Ide Unik Ifa
Menurut Tora, selama syuting, suami aktris Marsha Timothy (39) itu terkesan ‘sombong’.
Tapi Vino mengatakan, Ragil yang diperankannya adalah pendiam dan tak banyak bicara.
Ifa kerap berpesan agar Vino tidak banyak bercanda, terutama dengan Tora, saat syuting berlangsung.
“Kebawa karakter Ragil juga mungkin. Tapi bukan sombong ya. Enggak,” ucap Vino yang baru saja memainkan sosok Chrisye di film Chrisye (2017) dan akan segera menjadi tokoh Wiro Sableng di film lainnya. Selama syuting, Tora dan Vino hanya bertemu di satu set pengambilan gambar.
Berbeda dengan Tora yang memang diminta Ifa banyak bercanda di film sesuai perannya sebagai Raga.
“Kalau gue ketemu Vino, ngomong hanya seperlunya,” ujar Tora tertawa melanjutkan, “Tetapi seru sih. Ini film pertama gue main bareng Vino, dan pertama juga bertemunya disini.”
Vino dan Tora menyebutkan, peran-peran yang mereka mainkan di Film Hoax itu unik.
Ceritanya yang berbagi antara drama, komedi hingga thriler ini juga memberi banyak kejutan untuk penontonnya.
“Karakter saya, Tora atau Tara didalam dan diluar rumah akan berbeda,” ujar Vino.
Dari cerita awal yang nyantai, bisa saja berganti jadi kisah yang menyeramkan dan horor.
Raga, Adek dan Ragil dikisahkan sebagai kakak-beradik yang jarang berkumpul, dan sekalinya bisa berkumpul di rumah ayah mereka, terjadi banyak masalah.
Saat bertemu, masing-masing memiliki persoalan berbeda.
Raga bermasalah dengan hubungan asmaranya, Adek menceritakan persoalan antara anak dan ibu, sedangkan Ragil mengisahkan hubungan anak dan bapak.
“Ternyata manusia itu ada sisi abu-abunya. Kalau ada yang jahat, dia pasti ada sisi baiknya. Melihat orang baik, juga belum tentu baik,” ucap Vino.
Ide Ifa dalam membuat film ini, lanjut Vino, yang luar biasa. Apalagi film ini garapan idealisnya Ifa saat masih sekolah film.
Vino dan Tora begitu senang akhirnya film itu diputar bioskop setelah menunggu lebih dari lima tahun.
“Lebih baik ditayangkan daripada tidak sama sekali. Film bagus justru tak termakan waktu,” kata Tora.
Menurut Vino, Film Hoax yang bukan omnibus ini berupaya membuka mata pecinta film Indonesia tentang imej film festival, yang biasa digarap Ifa, bahwa para penonton juga harus bisa menghargai karya.
Toh, film festival seperti Marlina dan Turah juga diputar di bioskop dan banyak ditonton pecinta film Indonesia. (kin)
Baca tanpa iklan