TRIBUNNEWS.COM - Marshanda menceritakan mengenai dirinya yang kruang bergaul semasa sekolah hingga pernah jadi objek bully atau perundungan.
Hal tersebut diungkapkan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Ussy Andhika Official, Jumat (29/11/2019).
Ketika teman-temannya bercanda, Marshanda merasa bawa perasaan (baper) karena diakui dirinya sangat sensitif terhadap suatu hal.
Sehingga teman-temannya merasa Marshanda cocok untuk dibully.
Marshanda mengatakan, sebenarnya teman-temannya itu perhatian dan ingin mengajak dirinya bercanda.
Namun dengan cara yang salah untuk mengakrabkan diri melalui bully itu.
Marshanda mengakui semasa sekolah dirinya merupakan anak yang jarang bergaul (kuper).
"Karena aku over sensitif waktu sd terus temen aku bercanda dikit itu aku baper," cerita Marshanda.
"Terus mungkin mereka melihat aku cocok jadi objek penderita. Tapi kita menunjukkan keakraban kita."
"Ini aku nebak kayaknya mereka itu semua care pengen ngajak bercanda cuman bingung gimana terus jadinya membangun keakraban lewat bully. Apalagi anaknya yang diajak bercanda itu jarang bergaul. Akukan kuper," ungkap pemeran Lala di sinetron Bidadari.
Marshanda juga menceritakan, dirinya sudah dinilai aneh sejak duduk dibangku sekolah.
Diceritakan Marshanda senang menulis sejak berumur 10 tahun.
Ketika itu ia memiliki buku diary, buku puisi, hingga buku yang berisi tulisan teman-teman sekelas tentang Caca, sapaan akrab Marshanda.
Dalam buku tersebut banyak teman Marshanda yang menuliskan apabila dirinya adalah anak yang aneh.
Namun Marshanda menganggap kata aneh tersebut berada di ungkapan yang baik.
Marshanda mengakui sejak dari kecil sudah menunjukkan keanehan dalam dirinya.
"Disebutin sama temen-temen, akukan dari kecil suka nulis nih, dari umur 10 tahun suka nulis," ungkap Marshanda.
"Punya buku diary lah, buku puisi, punya buku yang isinya tulisan temen-temen sekelas tentang Caca."
"Terus udah gitu ada yang nulis, Caca itu aneh itu banyak. Tapi aku nangkepnya itu in a positive way."
"Jadi aku tau aku aneh dari dulu dari kecil. Kasian ya, Nggak kan nggak kasian kan."
Pernah alami penyakit jiwa atau mental illness, Marshanda menceritakan mempelajari bipolar melalui buku, seminar, diploma hypnotherapy, hingga pelatihan dasar konseling.
Marshanda juga banyak mempelajari ilmu mengenai psikologi.
(Tribunnews.com/Febia Rosada Fitrianum)
Baca tanpa iklan