News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sosok di Balik Sentuhan Ajaibnya Visual Film Animasi Jumbo

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FILM JUMBO LARIS - Film animasi Jumbo mendulang kesuksesan lebih besar dibanding pesaing terkuat yakni film Pabrik Gula dan Qodrat 2. Penonton menuju 6 ribu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di balik visual memukau film animasi Jumbo, terdapat peran penting sosok ini.

Adalah Lighting & Compositing Artist, Wahyu Denis Kurniawan yang mengatur pencahayaan dan menyatukan elemen visual dari lebih dari 420 kreator animasi dari seluruh Indonesia.

Baca juga:  Sandiaga Uno Senang Lihat Antusiasme Anak-anak Menonton Film Jumbo yang Sarat Pesan Positif

Meski bukan lulusan sekolah film atau animasi, kontribusinya membuat dunia imajinatif dalam film terasa nyata dan menyentuh.

Tantangan utamanya adalah menjaga konsistensi visual di tengah keragaman gaya dan teknik masing-masing animator.

“Ilmu arsitektur melatih kepekaan terhadap detail dan suasana, dan itu penting banget di dunia animasi, terutama untuk cerita anak-anak,” ujarnya.

Denis memulai perjalanan di dunia animasi sejak remaja, bermula dari pendidikan di SMK jurusan multimedia.

Namun ketertarikan  pria kelahiran 1994 ini terhadap visual tak berhenti di sana. 

Baca juga: Rahasia di Balik Kesuksesan Film Animasi Jumbo, Ditonton 6 Juta Orang

Ia kemudian melanjutkan kuliah di jurusan arsitektur Universitas Mercu Buana bukan untuk pindah haluan, melainkan untuk memperkaya perspektif tentang desain dan pencahayaan.

“Di arsitektur saya belajar tentang ruang, cahaya, dan bagaimana membentuk suasana. Ternyata itu semua sangat terpakai saat bekerja di dunia animasi,” ungkap Denis saat ditemui belum lama ini.

VISUAL FILM ANIMASI JUMBO - Di balik visual memukau film animasi Jumbo, terdapat peran penting Wahyu Denis Kurniawan, pria kelahiran 1994 yang berprofesi sebagai Lighting & Compositing Artist.

Salah satu mata kuliah favoritnya, Studio Perancangan, membentuk pola pikirnya menjadi lebih sistematis dan konseptual. Ia terbiasa memulai proyek dari riset, lalu mengembangkan ide hingga menjadi visual utuh.

Proses ini kini diterapkan dalam pekerjaannya menyusun visual film—terutama dalam menciptakan mood dan atmosfer lewat pencahayaan.

Menurut Denis, pencahayaan dalam animasi bukan sekadar bermain terang dan gelap.

“Lighting itu soal membangun emosi, menunjukkan waktu, bahkan mendukung perkembangan cerita. Pemahaman ini saya pelajari dari pendekatan arsitektur terhadap ruang dan suasana,” jelasnya.

Sebelum terlibat di Jumbo, Denis juga menjadi bagian dari tim produksi Nussa The Movie (2021).

Ia berharap terus bisa berkarya di dunia animasi dan menciptakan tontonan yang tak hanya visualnya keren, tetapi juga punya nilai edukatif bagi anak-anak Indonesia.

Untuk mereka yang sedang menempuh pendidikan atau baru lulus dan masih bingung arah karier, Denis punya pesan sederhana.

“Jangan takut lintas bidang. Ilmu itu saling nyambung. Selama kita mau belajar dan eksplorasi, semua pengalaman pasti bisa dipakai,” katanya. (Eko Sutriyanto)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini