News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prison Of Blues Tuntaskan 50 Mini Konser di Indonesia dan Eropa

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MINI KONSER - Penampilan Prison Of Blues di festival Psychobilly salah satu dari rangkaian 50 mini konser yang dilakukan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band Psychobilly Punk, Prison Of Blues telah menyelesaikan tur bertajuk 50 Gigs Tour atau 50 mini konser yang digelar selama tiga bulan di Indonesia dan Eropa.

Dalam tur kali ini, Prison Of Blues menyambangi enam negara Eropa Jerman, Ceko, Belgia, Hungaria, Austria, dan Belanda serta beberapa kota di Indonesia. 

Total 50 penampilan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi band dengan genre yang tergolong minoritas di Indonesia tersebut.

"Untuk Tour Eropa ini kami adalah kali ke-5 memenuhi undangan salah satu festival Psychobilly terbesar dunia, yang diadakan di Oberhausen Jerman, dan kali ini kami juga mengajak kolaborator untuk vokal yaitu Dellu Uyee," kata Bayu Randu, gitaris sekaligus produser Prison Of Blues, kepada awak media, Kamis (6/11/2025).

Prison Of Blues merupakan band beraliran Psychobilly yang lahir di kota tembakau, Temanggung, pada 2007. 

Formasi terbaru band ini tampil lebih segar dengan kehadiran Endy Barock di posisi drum, Topan Murdox di gitar dua, Dhana di kontra bass, serta dua personel lama yaitu Bowo (vokal dan gitar) dan Bayu Randu (gitar satu sekaligus produser).

Hingga kini, Prison Of Blues telah merilis 11 album kompilasi di Eropa dan Amerika serta 4 album solo.

Baca juga: Band Prison Of Blues Rilis Album Born To Be Killers, Angkat Horor Lokal Bernuansa Psychobilly

"Kan saya baru pertama ikut di tour eropa bareng POB, jujur kaget banget, band ini di sini besar dan sangat banyak penggemarnya, sampai ada yang bela-belain dari California, Spanyol, Italia datang buat nonton POB," cerita Dellu Uyee.

Tak hanya sekedar tampil, Bowo selaku vokalis sekaligus founder band tersebut menjelaskan tur tersebut juga memperkenalkan hantu dari Indonesia.

"Selain bawa atribut kain Indonesia, kami juga secara khusus mempromosikan hantu-hantu Indonesia, seperti Pocong, Kuntilanak, Santet, dan lain-lain," ujar Bowo.

Tur Eropa tersebut berlangsung dari 3 hingga 31 Oktober 2025, dengan penampilan terakhir yang memukau para penggemar di festival Psychobilly Earthquake 2025.

Sebelumnya, Prison Of Blues juga menjadi langganan diundang ke festival Psychobilly terbesar dunia pada tahun 2016, 2017, 2018, dan 2024.

"Ada hal yang unik dan selalu membuat kami ingin kembali ke festival ini di Eropa, yaitu fanbase kami di sana. Ini unik karena kami sendiri di Indonesia masih kurang diminati, mungkin karena genrenya sudah tidak ada yang memainkan di Indonesia sekarang," jelas Endy Barock, sang drummer.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini