Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Aktor Dimas Anggara bicara soal hubungan dengan mertua dan dinamika dua keluarga setelah pernikahan.
- Bagi Dimas, kunci hubungan yang sehat dengan mertua adalah jaga sikap dan ruang untuk saling menghargai.
- Toleransi sangat penting menurut suami Nadine Chandrawinata ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Dimas Anggara membagikan pandangannya soal hubungan dengan mertua dan dinamika dua keluarga setelah pernikahan.
Sebagai seorang menantu sekaligus suami dari Nadine Chandrawinata, Dimas menilai bahwa keharmonisan keluarga besar tidak lahir begitu saja.
Baca juga: 7 Tahun Menikah Beda Keyakinan, Nadine Ungkap Rahasia Harmonis dengan Dimas Anggara
Menurutnya itu semua hadir karena dibangun melalui sikap saling memahami dan toleransi.
Bagi Dimas, kunci hubungan yang sehat dengan mertua terletak pada kemampuan menjaga sikap dan ruang untuk saling menghargai.
“Kalau saya yang penting toleransi sih sebenarnya,” ujar Dimas Anggara ditemui di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025).
Kisah cinta Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata berawal dari hubungan yang mereka jaga rapat-rapat hingga membuat publik penasaran.
Baca juga: Okie Agustina Ogah Kiesha Alvaro Disebut Anak Mami, Biarkan Urus Masalahnya dengan Dimas Anggara
Meski kedekatan mereka mulai tercium, keduanya tetap memilih bungkam dan tidak memberikan pernyataan apa pun.
Baru pada 9 Desember 2017, melalui unggahan siluet romantis di akun Instagram Dimas, hubungan mereka akhirnya go public dan menjadi perbincangan luas.
Keheningan mereka justru membuat publik semakin aktif mencari informasi, termasuk ketika sebuah foto Dimas mengikuti prosesi siraman pada 30 April 2018 beredar di media sosial.
Tanpa kehadiran Nadine, foto itu menjadi petunjuk kuat bahwa pasangan ini tengah bersiap melangkah ke jenjang pernikahan, meski mereka tak mengonfirmasi apa pun.
Kabar pernikahan Dimas dan Nadine semakin menguat setelah mereka diketahui telah menikah di Bhutan, lalu kembali mengikat janji di Lombok.
Momen sakral itu terungkap melalui unggahan foto pernikahan mereka di Gili Lombok lewat sebuah upacara yang digelar di tepi pantai dan berlangsung secara tertutup.
Pasangan ini kemudian menyiapkan resepsi pada 15 Juli, menjadi penanda resmi perjalanan cinta mereka yang sejak awal penuh kehangatan namun minim publikasi.
Dimas percaya bahwa selama batas-batas itu dijaga, komunikasi akan terbuka dan hubungan keluarga bisa berjalan tanpa gesekan yang berarti.
“Selama kita menjaga toleransi dan komunikasi harusnya semuanya baik-baik aja,” tuturnya.
Dimas juga melihat perbedaan karakter antara keluarga asal dan keluarga pasangan sebagai sesuatu yang justru membawa keindahan tersendiri.
Ia menekankan bahwa menyatukan dua keluarga tidak harus berarti menyeragamkan kebiasaan atau sudut pandang, melainkan belajar berdampingan dengan keunikan masing-masing.
“Karena memang keindahannya dua keluarga menjadi satu itu adalah di perbedaan sih, kalau kita ya,” beber Dimas.
Baca tanpa iklan