TRIBUNNEWS.COM - Bukan sekadar pertemuan, event yang dihadiri 1.200 peserta ini penegasan bahwa di erai era digital, penguasaan media sosial adalah kunci utama untuk meningkatkan taraf hidup dan "naik kelas" secara ekonomi.
Mengusung tagline utama #SekarangSemuaBisaViral, Seefluencer Summit 2025 yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dan digagas founder Seefluencer, Samuel Christ dan Joy Yehuda Lodra, secara khusus menaruh fokus pada pembahasan cara menghasilkan uang yang signifikan di ruang digital.
Acara ini juga menegaskan, tanpa menguasai media sosial, individu akan kesulitan bersaing dalam meningkatkan taraf hidup mereka.
Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam acara ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap potensi ekonomi kreatif digital yang didorong oleh para kreator dan pelaku digital.
Puncak dari Seefluencer Summit 2025 adalah kehadiran jajaran pembicara kunci yang merupakan figur-figur sukses dan bahkan triliuner di bidangnya, yang secara eksplisit membedah bagaimana media sosial menjadi akselerator kesuksesan finansial mereka.
Andrew Susanto, CEO Pusat Gadai Indonesia, membawakan topik "People Follow You, Not Your Logo". Di situ ia membahas pentingnya personal branding di atas merek perusahaan.
Sebagai investor di brand ternama seperti Holywings, Andrew menekankan bahwa sosok individu yang kuat di media sosial jauh lebih berpengaruh dalam mendatangkan kekayaan dan kesuksesan bisnis.
Samuel Christ, founder Seefluencer, dalam sesinya "Digital Product Empire," Samuel membagikan pengalaman 8 tahunnya di dunia digital.
Dengan total 7 juta followers, ia telah membantu lebih dari 1.600 kreator meraih akumulasi 30 Juta Followers dan 20 Miliar Views, membuktikan bahwa digital product adalah mesin uang yang efektif.
Dr. Richard Lee, founder Athena Group, mengangkat topik inspiratif "The Secret Behind Building A Trillion Skincare Brand Through Social Media".
Ia membeberkan strategi membangun kerajaan bisnis. Termasuk menyinggung kesuksesannya mencetak omset fantastis Rp 8 miliar hanya dalam 2,5 jam melalui live selling menjadi bukti konkret kekuatan platform digital dalam meningkatkan omset secara eksponensial.
Kemudian Sulianto Indria Putra, trader dan Crypto Investor tak ketinggalan. Di usia 19 tahun, ia sudah mencapai aset pribadi hingga US$1 Juta.
Melalui topik "The Art of Leveraging Attention," Sulianto, yang bukan berasal dari keluarga investor, menunjukkan bahwa media sosial (YouTube, Discord, Instagram) adalah wadah ideal untuk berbagi strategi investasi dan membangun komunitas loyal Trade with Suli, yang dapat meningkatkan kesejahteraan finansial.
Sementara itu, Denny Santoso, founder #BrainBoost membagikan "100 Billion+ Personal Brand Blueprint".
Ia menekankan pentingnya pola pikir sukses. Filosofi 10X YOUR ACTION YOUR EXCUSES yang dibawakannya, sejalan dengan misi seminar, yaitu mendorong peserta untuk mengambil aksi nyata guna menghasilkan uang di era digital.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan